Kisah Silicon Valley #41 – Raja Baru Era Digital

“Yahoo dimulai sebagai sebuah hobi pada tahun 1994 untuk terus memuaskan minat eksklusif kami terkait web, tapi daftar tersebut menjadi begitu panjang sehingga kami memecahkannya menjadi kategori, kemudian subkategori, dan inilah inti dari kelahiran Yahoo. Kami membuatkan daftar dengan teman-teman untuk membantu mereka bernavigasi di web dan kemudian kami merayakan keberhasilan kami menembus satu juta pengguna pertama kali di demam isu gugur, kami menyadari ini mungkin mempunyai potensi bisnis.”
Demikian yang diungkapkan Jerry Yang ketika ditanya apakah inspirasi dasar di balik berdirinya Yahoo. Perusahaan ‘pendaftar kategori internet’ ini merupakan salah satu pencetus di dunia dan berkembang seiring mewabahnya internet. Menjadi yang pertama yakni salah satu hal yang mengakibatkan popularitas Yahoo ketika itu seolah tak terhentikan.
Mengumpulkan Dana

Pada bulan April 1995, Sequoia Capital, sebuah perusahaan modal ventura yang berbasis di Menlo Park California, menginvestasikan USD 1 juta dan sebagai gantinya mendapatkan seperempat pendapatan Yahoo nantinya (pada ketika itu Yahoo belum mendapatkan pendapatan). Terungkap bahwa investasi tersebut akan berbuah anggun nantinya. Sebelum awal 1999 saja, Sequoia sudah mengumpulkan USD 8 juta dari Yahoo dan ketika itu Yahoo sudah bernilai USD 30 miliar. Dengan dana sejuta dolar tersebut, Yahoo menjadi ‘sebuah bisnis nyata’. Yang dan Filo membeli server dan teknologi untuk mendukung Yahoo. Bukan itu saja, mereka juga mengundang ‘orang dewasa’ untuk menjadi CEO Yahoo. Tim Koogle, seorang veteran dalam startup teknologi, mantan direktur Motorola, dan juga dulunya yakni lulusan Stanford.
Dengan perubahan ini, Yahoo sekarang mempunyai tim profesional yang membentuk Yahoo sebagai katalog online. Di masa itu, kalau kau ingin mencari website tertentu, maka kau bisa melakukannya dengan mencari tautan di Yahoo. Di sana ada susunan direktori yang menuntun kau untuk menemukan website yang diinginkan (Jangan rancu dengan “search engine” karena pada masa itu, meskipun sudah ada yang membuat search engine, tapi tidak terkenal untuk digunakan). Keuntungan yang diperoleh Yahoo dikumpulkan dengan cara bermitra dengan website yang masuk ke daftar mereka. Karena Yahoo begitu populer, tentu saja semua website ingin masuk ke dalam mereka dan untuk melaksanakan ini mereka perlu membayar biaya langganan terlebih dahulu.
Uniknya, Yahoo memang mempertahankan sistem yang dipilih dan dikurasi oleh insan ini sebagai ciri uniknya. Dengan demikian mereka menjamin bahwa website pilihannya tidak menyesatkan dan benar-benar membawa manfaat. Pada masa perkembangan internet, begitu banyak website yang memakai keyword-keyword tertentu untuk menghadirkan konten yang jauh berbeda dengan yang diharapkan. Tentu saja upaya Yahoo ini menjadi hal yang disukai oleh para netter di zaman itu. Gampangnya, kau tidak akan kesasar selama mencari website di Yahoo.
Kesuksesan Yahoo ini menjadikannya semakin kasar diincar oleh para raksasa, terutama raksasa internet. AOL pada masa itu hingga menyodorkan cek kosong untuk diisi sendiri oleh Jerry Yang kalau ingin menjual Yahoo.
Merek Internet Besar Pertama

Yahoo memang telah menjadi apa yang diinginkan Jerry Yang pada awal ‘deklarasi pendirian’-nya di tahun 1995. Pada ketika mencetuskan nama tersebut, Jerry menyatakan bahwa Yahoo akan menjadi “merek internet besar pertama”, dengan jutaan pengguna sudah erat dengan Yahoo, dan puluhan juta ‘pengguna baru’ menanti untuk menggunakannya. Kini pada tahun 1998, Yahoo telah menjadi ‘wabah’ gres di California. Logo bundar ungu Yahoo berada di mana-mana dan diperbincangkan di mana-mana.
Yahoo juga mengubah keunikannya dalam teknologi (seperti masih memakai orang secara manual untuk menentukan website) menjadi kelebihannya, bahkan dari awal berdirinya, mereka menyangkal bahwa Yahoo yakni sebuah perusahaan teknologi. “Pertaruhan fundamental yang kami lakukan di sini adalah, kami yakni perusahaan media, bukan perusahaan peralatan,” ujar Yang kepada majalah Fortune. “Jika kami yakni perusahaan teknologi, maka kami tidak akan bertahan hidup. Microsoft akan segera mengambil alih kawasan kami. Jika kami yakni perusahaan media, maka kami akan sanggup membuat loyalitas merek, kemudian kami akan memperoleh bisnis yang berkelanjutan.”
Catchphrase atau kalimat promo yang dipopulerkan Yahoo pada ketika itu juga sangat brilian dan gampang diingat. “Do you Yahoo?” menjadi kalimat yang terkenal di kalangan anak muda Amerika yang memakai Yahoo. Bukan saja pengguna Internet, masyarakat umum bahkan tahu artinya alasannya yakni begitu seringnya kalimat ini digunakan.
Branding sempurna dan upaya iklan yang masif ini terbayar oleh embel-embel pinjaman modal investasi dari perusahaan-perusahaan besar lainnya. Pada bulan November 1995, Reuters, Ziff Davis, dan perusahaan Jepang – Softbank – masuk dengan modal sebesar USD 5 juta. Yahoo sekarang bernilai USD 40 juta. Lebih dahsyat lagi, sesudah beberapa waktu berlalu, Softbank meningkatkan investasinya hingga bahkan USD 100 juta!

Ini bisa dimaklumi alasannya yakni pada ketika Yahoo berkembang, Netsacpe telah mapan. Internet ketika itu yakni komoditas yang hot. Investor mencari lagi perusahaan yang sanggup ‘dimodali’ sebelum mapan sehingga memungkinkan mereka mendapatkan laba berlipat-lipat. Berinvestasi ke Yahoo yakni tindakan rasional pada masa itu!
Waktunya Menghasilkan Uang

Yahoo memang mempunyai nilai yang mahadahsyat dengan sekitar USD 130 juta di atas kertas. Namun ini menjadi tidak seimbang dengan pendapatannya. Jika kita membandingkan Yahoo dengan Netscape, pada ketika meluncurkan IPO, nilai Netscape tidak setinggi Yahoo, namun pendapatannya mencapai USD 56,1 juta. Bagaimana dengan Yahoo? Setelah go public, Yahoo hanya bisa membukukan laba USD 3,2 juta di kuartal pertamanya. Ini hanya naik dua kali lipat dibandingkan dengan masa Yahoo belum mendapatkan modal sedemikian besar itu. Di tahun 1995, sebelum semua heboh memodali Yahoo, perusahaan ini bisa mencatatkan pemasukan USD 1,4 juta. Ini mulai mengakibatkan para investor khawatir. Filo menyatakan, “Karena kami didukung oleh pihak ketiga, ada tekanan untuk menunjukkan hasil produksi. Yahoo akan menjadi sebuah perusahaan penghasil uang. Kami tidak yakin apakah kami akan mulai menjadi perusahaan yang melakukan review pada banyak sekali situs yang gres muncul atau hanya mencatat situs tersebut menyerupai biasanya, yang terang kami akan mulai mengintegrasikan iklan ke dalam hal yang kami lakukan.”
Iklan nampaknya kemudian menjadi sumber penghasilan Yahoo. Setelah perusahaan tersebut mulai serius menggarap tampilan iklan pada websitenya, mereka merangkul lebih dari 80 sponsor gres hanya dalam jangka waktu 6 bulan. Pengiklan dan iklan makin meningkatkan traffic Yahoo. Sebelum simpulan tahun 1996, mereka sudah mendapatkan 550 pengiklan, termasuk banyak sekali perusahaan Fortune 500 menyerupai Wal-Mart dan Coca Cola. Ini mengakibatkan peningkatan pendapatan yang sangat mengesankan. Setelah tahun 1996 berlalu, mereka sudah mencatatkan pemasukan sebesar USD 19,7 juta!
Di tahun 1997, Yahoo sudah menjadi raksasa periklanan. Mereka menjadi versi internet dari Yellow Page. Jika kau tidak familiar dengan istilah ini, Yellow Page yakni halaman kuning yang dibagikan kepada pelanggan telepon setiap tahun, isinya yakni iklan kawasan perjuangan lokal yang membantu pelanggan telepon untuk mendapatkan nama kawasan perjuangan dan alamat lokal, tentu saja meningkatkan kunjungan dan pemanfaatan jasa di unit perjuangan tersebut.
Pasar periklanan online pada tahun 1997 diperkirakan mencapai USD 1 miliar, dan Yahoo seorang diri mengontrol hingga 7,5 persen dari total jumlah tersebut. Para pengiklan mengejar traffic dan alasannya yakni meningkatnya popularitas penggunaan internet pada masa itu, traffic meningkat hingga 65 juta page views per hari. Terjadi ledakan uang dan pendapatan bagi Yahoo!
Kali ini Yahoo tidak bereaksi berlebihan. Karena IPO yang mereka miliki, modal mereka sudah sedemikian besar, dan ledakan pendapatan tidak mengakibatkan Yahoo kalap menambah modal lagi. Justru ini mereka jadikan peluang untuk meraup kepercayaan investor dengan menunjukkan laba melimpah. Selain itu Yahoo juga berupaya memperkuat diri. Yahoo membuka kantor di seluruh dunia guna memudahkan aksesnya di mana-mana.
Namun ada yang berubah. Kesuksesan ini mengakibatkan Yahoo mulai melihat dirinya, tidak lagi sebagai perusahaan media. Mereka mulai merasa dirinya sebagai sebuah perusahaan teknologi. Yahoo mulai merasa mapan untuk bersaing dengan Microsoft yang ketika itu dikenal sebagai penguasa dunia teknologi. Apalagi laba iklan yang melimpah, disertai pengguna setia yang terus berinteraksi dengan halamannya, mengakibatkan Yahoo yakin bahwa mereka mempunyai sumber daya yang sempurna untuk bersaing!
Yahoo mulai kehilangan identitasnya dan bergeser untuk bersaing secara teknologi dengan perusahaan Silicon Valley lainnya. Sejarah menunjukan bahwa inilah awal kejatuhan mereka. Baca ceritanya di Kisah Silicon Valley #42 – Jatuh Bangunnya Para CEO dalam Menyelamatkan Yahoo.
Referensi
Johnson, Lauren. (2016). Here’s a Timeline of Yahoo’s 22 Year History as a Digital Pioneer. Adweek.
Mackintosh, Hamish. (2005). Talk Time: Jerry Yang. The Guardian
McCullough, Brian. (2015). On the 20th Anniversary – The History of Yahoo’s Founding. Internet History Podcast.
Olanoff, Drew. (2012). A look at Yahoo’s CEO from 1995 to 2012 (All six of them). The Next Web.
Sumber: https://winpoin.com/
0 Response to "Kisah Silicon Valley #41 – Raja Baru Era Digital"
Post a Comment