Kisah Silicon Valley #40 – Yahoo! sang Perintis Era Pra-Mesin Pencari

Orang selalu menganggap Yahoo sebagai sebuah platform untuk layanan dasar yang penting Kisah Silicon Valley #40 – Yahoo! sang Perintis Era Pra-Mesin Pencari
via Wikimedia

“Orang selalu menganggap Yahoo sebagai sebuah platform untuk layanan dasar yang penting, dan ini mempunyai pengaruh konkret terhadap bagaimana orang mendapat informasi, berkomunikasi, dan menikmati hiburan.” Demikian ucapan Jerry Yang, salah satu founder Yahoo ketika perusahaan (yang sempat menjadi) raksasa digital ini merayakan ulang tahunnya yang ke-10. Jerry tidak salah. Namun ucapannya terasa menyerupai nostalgia kejayaan yang telah berlalu sesudah sepuluh tahun perusahaan ini berdiri.

 

Jerry dan David

Orang selalu menganggap Yahoo sebagai sebuah platform untuk layanan dasar yang penting Kisah Silicon Valley #40 – Yahoo! sang Perintis Era Pra-Mesin Pencari
via Spamflag

Pada awal tahun 1994, Jerry Yang dan David Filo hanyalah mahasiswa Teknik Listrik di Stanford. Yang ialah sosok yang santai dan terbuka. Jerry Yang lahir di Taiwan dan keluarganya pindah ke California ketika beliau berusia 10 tahun. Saat wartawan menanyakan, “Apakah Anda sudah hebat berbahasa Inggris ketika itu?” Yang terkekeh dan menjawab, “Saya hanya tahu satu kata: Shoe.” David Filo lahir di Wisconsin, lebih pendiam, dan suka menganalisis sesuatu.

Mereka berdua sesungguhnya kenal semenjak lama, tapi gres bersahabat sesudah Stanford memperlihatkan kiprah (semacam PPL) bagi mereka berdua untuk mengajar di Jepang. Persahabatan tersebut semakin serius ketika mereka tetapkan untuk mengerjakan sebuah disertasi bersama tentang software otomatisasi desain yang mana pada ketika itu sedang populer. Jangan bayangkan dua mahasiswa serius yang sedang meneliti sesuatu, mereka berdua mengerjakan disertasi tersebut sambil berkeliling memakai trailer (rumah mobil), makan pizza di mana saja mereka sanggup menemukannya, dan hang out di klub-klub malam sekitar California (dan kita tahu California ialah salah satu nirwana pantai dan klub malam).

Meskipun gaya hidup mereka selenge’an dan tidak beraturan, disertasi yang dikerjakannya ialah sesuatu yang benar-benar serius dan menghasilkan. Filo berhasil menemukan browser Mosaic ketika proses pengerjaan disertasi tersebut. Browser ini ialah salah satu yang ‘angkatan pertama’ untuk dipakai mengakses World Wide Web pada ketika itu. Memang pada masa tersebut, nyaris tiap hari orang ‘menemukan browser baru’. Sampai-sampai Filo dan Yang iseng membuat katalog perihal browser gres yang mereka dapati dan juga berusaha membuat daftar halaman situs yang muncul setiap harinya. “Saya waktu itu terus mengganggu David, memintanya memperlihatkan situs gres yang beliau temukan,” Jerry Yang terkekeh mengenang masa tamat kuliah mereka. “Akhirnya kami sama-sama membuat semacam Hotlist, daftar berisi situs-situs keren yang saya temukan dan beliau temukan, dan kemudian saling menukar daftar tersebut. Akhirnya kami menggabungkan daftar tersebut untuk membuat ‘daftar situs terbaik’.”

Sebagai mahasiswa Stanford, komputer mereka berdua tertaut ke sentra data Stanford, sehingga semua orang di universitas ternama tersebut sanggup melihat kegiatan penelitian mereka (termasuk daftar situs yang mereka simpan dan temukan). Orang sanggup mengaksesnya melalui http://akebono.stanford.edu (Mengenai nama Akebono ini, Jerry Yang dan David Filo memberi nama komputernya dengan nama pesumo favorit mereka di Jepang. Komputer Jerry berjulukan Akebono, sedangkan komputer David berjulukan Konishiki). Daftar tersebut akibatnya terkenal disebut Jerry’s Guide to the World Wide Web. Karena sifat introvertnya, Filo menolak namanya ikut disebutkan di daftar tersebut, namun akibatnya beliau menyerah, dan daftar itu berubah menjadi Jerry and Dave’s Guide to the World Wide Web. Gembira dengan hasil kerjanya tersebut, mereka berdua terus memperbaiki daftar tersebut, dan akibatnya menghasilkan sebuah software untuk mencari website dan web page yang gres dan populer. Namun sebab belum ada sistem otomatis dan algoritme pada masa tersebut, maka ketika seseorang menelusuri daftar tersebut, maka secara manual, Jerry dan David harus memperlihatkan izin.

 

Kelahiran Yahoo!

Orang selalu menganggap Yahoo sebagai sebuah platform untuk layanan dasar yang penting Kisah Silicon Valley #40 – Yahoo! sang Perintis Era Pra-Mesin Pencari

Pada bulan September 1994, Yang dan Filo telah membuat kompilasi lebih dari 2000 situs. Yang lebih mengesankan lagi, Jerry and Dave’s Guide to the World Wide Web telah mencapai 50.000 hits (pencarian) dalam sehari. Mosaic juga menjadi browser yang terkenal dipakai oleh banyak orang. “Luar biasa sekali mengenang masa itu. Banyak orang mencari dan menyebut nama kita, hal yang kita ciptakan. Banyak yang menaruh minat terhadap apa yang kita lakukan.” ujar Jerry. Selanjutnya, sebab nama Panduan tersebut terlalu panjang (Jerry and Dave’s Guide to the World Wide Web), Jerry mencetuskan nama Yahoo yang merupakan abreviasi dari Yet Another Hierarchical Officious Oracle. Jika ditengok di kamus, maka Yahoo juga berarti kasar, tidak beradab. Jerry menyukai makna tersebut dan ngotot untuk menggunakannya sebagai nama panduan milik mereka!

Di antara universitas-universitas di Amerika, Stanford dikenal sebagai universitas yang paling suportif atas kegiatan mahasiswanya, termasuk yang berpotensi menguntungkan di masa mendatang (Ingat: Larry Page dan Sergey Brin, dan juga Mark Zuckerberg ialah alumnus Stanford). Makara kampus ini berbaik hati mengizinkan kedua mahasiswa tersebut untuk menyebabkan server Stanford sebagai server untuk Yahoo. GRATIS! Saat Netscape diluncurkan sebagai browser dalam versi beta di tamat 1994, Netscape memperkenalkan tombol “Directory” yang kemudian memakai Yahoo sebagai saluran defaultnya. Dalam artian, siapa pun pengguna Netscape akan secara Default memakai Yahoo sebagai mesin pencari (Saat itu Yahoo masih berupa daftar hierarkis website di seluruh dunia). Ini menjadi tonggak sejarah gres untuk kesuksesan Yahoo! Pada bulan Januari 1995, domain Yahoo.com didaftarkan, dan mereka sudah mempunyai daftar direktori yang terdiri atas 10.000 website dan mendapat 10.000 kunjungan unik setiap hari. Server milik Stanford pun hancur-hancuran untuk memfasilitasi hal ini. Saat inilah Stanford akibatnya ‘mempersilahkan’ Jerry Yang dan David Filo untuk membeli server sendiri sebagai host bagi websitenya.

 

Masa-Masa Kelam

Orang selalu menganggap Yahoo sebagai sebuah platform untuk layanan dasar yang penting Kisah Silicon Valley #40 – Yahoo! sang Perintis Era Pra-Mesin Pencari
Marc Andreesen dan Jim Clark
via Internet History Podcast

Di titik ini, Jerry Yang dan David Filo merasa kebingungan dan seakan berada di persimpangan. Disertasi belum selesai, mereka masih belum tahu akan melaksanakan apa di masa depan, sedangkan ‘proyek main-main’ ini masih sangat dini. Mereka populer, tapi tidak tahu cara menghasilkan uang dengan apa yang mereka miliki. “Kami benar-benar tidak tahu cara berbisnis dengan ini,” ujar Jerry Yang dalam sebuah wawancara dengan Fortune. Reuters, MCI, Microsoft, CNET, dan Netscape mengantri di depan trailer milik Jerry dan David yang berantakan, berharap untuk sanggup mendapat kemitraan bisnis atau pembelian. Mereka akibatnya menjalin akad dengan Marc Andreesen, pemilik Netscape. Yahoo diizinkan untuk memakai server milik Netscape dan bebas menjalankan aktivitasnya sendiri.

Meskipun demikian, mereka berdua masih berada dalam ‘masa-masa kelam’. Setiap hari para pebisnis raksasa Silicon Valley menghubungi mereka dan menanyakan, “Bagaimana kalian akan menyebabkan ini sebuah bisnis?” Jerry dan David bersikeras tidak akan menyerahkan hak nama dan kekayaan intelektual Yahoo kepada perusahaan lain. Namun mereka sendiri terdesak dalam kebingungan sebab tidak tahu cara menghasilkan uang dari Yahoo. Banyak orang meyakinkan mereka berdua bahwa Yahoo harus membuat sistem subscribe (langganan). Dengan demikian, para pengguna mereka yang rajin akan menghasilkan uang untuk kelangsungan Yahoo. Namun sebab merasa sebagai cuilan kultur pemberontak, Jerry dan David akibatnya menolak hal tersebut. Yahoo harus tetap gratis!

Meski demikian, tak sanggup dipungkiri bahwa mereka semakin mendekati deadline. Netscape tidak akan menyokong Yahoo selama itu bila dalam kerjasama tersebut mereka tidak mendapat keuntungan. Sementara itu raksasa-raksasa Silicon Valley mengantri untuk membeli Yahoo. Mereka harus mengambil keputusan dengan segera!


Bagaimana taktik yang diambil Jerry dan David sehingga Yahoo kemudian menjadi raja masa digital? Baca lanjutannya di Kisah Silicon Valley #41 – Raja Baru Era Digital.

 

Referensi

Johnson, Lauren. (2016). Here’s a Timeline of Yahoo’s 22 Year History as a Digital PioneerAdweek.

Mackintosh, Hamish. (2005). Talk Time: Jerry Yang. The Guardian

McCullough, Brian. (2015). On the 20th Anniversary – The History of Yahoo’s Founding. Internet History Podcast.

Olanoff, Drew. (2012). A look at Yahoo’s CEO from 1995 to 2012 (All six of them)The Next Web.


Sumber: https://winpoin.com/

0 Response to "Kisah Silicon Valley #40 – Yahoo! sang Perintis Era Pra-Mesin Pencari"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel