Pemuda yang Menghentikan Serangan WannaCry Ditangkap FBI

 Fakta Unik dari Pemuda yang Berhasil Menjinakkan WannaCry Pemuda yang Menghentikan Serangan WannaCry Ditangkap FBI

Masih ingat dengan Marcus Hutchins? Dia yaitu perjaka asal Inggris yang berhasil menaklukkan WannaCry sampai penyebaran ransomware ini bisa ditekan. Hal ini menciptakan Marcus eksklusif menjadi pendekar alasannya yaitu WannaCry sendiri banyak menyerang kemudahan kesehatan ibarat Rumah Sakit dan sebagainya. (Baca: 13 Fakta Unik dari Pemuda yang Berhasil Menjinakkan WannaCry)

Ditangkap FBI

Tetapi tanpa diduga, Marcus Hutchins — atau yang dikenal juga sebagai MalwareTech, ditangkap oleh FBI dikala berada di Las Vegas untuk mendatangi konferensi Black Hat dan DefCon Cybersecurity. Dilihat dari surat tuntutan sekaligus dari klarifikasi U.S Departement of Justice, Marcus ditangkap alasannya yaitu diduga merupakan orang dibalik malware berjulukan Kronos.

Apa itu Kronos?

Kronos merupakan malware trojan banking yang bisa menyebar dan mencuri data rekening dan perbankan. Dari penyelidikan panjang FBI selama dua tahun lamanya, Marcus dianggap sengaja menciptakan trojan banking tersebut dan menjualnya seharga $3000 atau sekitar 40 jutaan rupiah sepanjang 2014 – 2015 di banyak sekali dark web market.

Fitur dan kemampuan Kronos ini cukup ganas, dimana malware ini bisa mencuri data login perbankan dari hampir semua browser terkenal (IE, Firefox, Chrome), bisa melindungi dirinya sendiri dari trojan lain, lolos dari deteksi antivirus, lolos dari sandbox bypass, dsb. Kronos juga tidak hanya bisa berfungsi sebagai keylogger yang mencuri data login saja, tetapi juga bisa memodifikasi halaman e-banking dengan menambahkan form pemanis ibarat PIN dan sebagainya, sehingga data tersebut bisa diketahui oleh penyebar malware.

Fiturnya yang lengkap ini menciptakan di beberapa daerah Kronos dijual dengan harga sangat mahal, contohnya saja di lembaga Rusia yang mengatakan bandrol harga $7000 atau sekitar 93 jutaan rupiah.

Bagaimana Bisa Tertangkap?

Ditemukannya indikasi bahwa Marcus yaitu pembuat Kronos diperoleh dikala FBI dan Europol menggerebek dan menyita server AlphaBay, sebuah dark web market yang juga menjadi daerah dijualnya Kronos. Popularitas Marcus dikala berhasil menaklukkan WannaCry sehingga menciptakan identitas anonimnya terungkap ke publik kemungkinan juga turut berkontribusi atas penangkapan ini.

Sebenarnya Marcus tidaklah sendirian, ada seorang lainnya yang sudah ditangkap dan punya tugas besar dalam “konspirasi” Kronos ini. Namanya memang disensor dari dokumen, tetapi dialah yang menjual Kronos ke banyak sekali lembaga dan market dark web, menciptakan video iklan yang menjelaskan bagaimana cara kerjanya, serta mengatakan layanan “crypting” untuk menyembunyikan malware biar tidak terdeteksi sistem.

Marcus sendiri terindikasi mengupdate Kronos pada Februari 2015.

Menjadi Kontroversi

Tetapi hal ini diragukan oleh banyak pihak, terutama dari kalangan cybersecurity. Profesor aturan di George Washington University, Orin Kerr, menyatakan bahwa meskipun indikasi mengklaim Marcus lah yang menciptakan malware Kronos, tetapi tidak ada indikasi bahwa beliau membuatnya untuk tujuan kriminal. Membuat malware bukanlah kriminal, menjualnya juga bukan kriminal, alasannya yaitu ini bisa saja untuk urusan penetration testing dan sejenisnya. Kecuali jikalau menciptakan malware dan menjualnya dengan sengaja untuk keperluan kriminal, itu gres merupakan tindakan kriminal.

Penangkapan Marcus juga menciptakan akseptor Defcon dan komunitas cybersecurity terkejut, dimana mereka tahu bahwa Marcus Hutchins selama ini bekerja keras untuk menghentikan malware dan sehari-hari aktif bekerja sebagai security researcher, bukan menciptakan dan menyebar malware untuk kegiatan kriminal.

Terlebih pada bulan Juli 2014, Marcus pernah meminta sample Kronos untuk beliau teliti. Sulit diterima nalar jikalau Marcus memang pembuat Kronos, kenapa beliau harus repot-repot meminta sample Kronos untuk diteliti?

Salah satu security researcher terkenal lain dari Rendition Infosec, Jake Williams, menyatakan bahwa beliau sudah bekerja bersama Marcus beberapa kali semenjak 2013, dan menemuinya secara personal di Defcon tahun kemudian untuk menyebarkan sample malware. Jake menyatakan bahwa Marcus di tahun 2014 menolak uang yang beliau tawarkan untuk kontribusinya di project edukasi. Marcus bahkan dihadiahi $10000 atau sekitar 133 juta rupiah oleh firma security HackerOne alasannya yaitu berhasil menghentikan WannaCry, tetapi uangnya beliau berikan untuk amal.

Sikap pribadinya yang baik dan tidak terlalu mengejar uang menciptakan banyak pihak mencurigai banyak sekali klaim dalam tuntutan tersebut. Tetapi nasi sudah menjadi bubur, Marcus Hutchins sang pendekar penakluk WannaCry telah ditangkap oleh FBI. Andrew Mabbit, Founder dari Fidus Information Security, menyatakan akan mencarikan pengacara untuk Marcus dan segera membuka crowdfunding untuk pendanaan derma hukum.

Bagi kau yang penasaran, kau bisa membaca sendiri tuntutan terhadap Marcus Hutchins disini.

via wired | npr


Sumber: https://winpoin.com/

0 Response to "Pemuda yang Menghentikan Serangan WannaCry Ditangkap FBI"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel