Kisah Silicon Valley #66 – Sang “Don” dari Silicon Valley

“Tahukah kalian, saya pernah melihat Don Valentine tertawa.” Al Alcorn menatap sekeliling ruangan dengan bangga. Orang-orang dalam ruangan tersebut memandang Al dengan takjub seakan melihat orang yang sudah pernah terbang ke Pluto dan kembali lagi ke bumi. Donald T. Valentine, atau terkenal dengan panggilan Don Valentine terkenal selalu berwajah masam dan serius. Sehingga hampir merupakan sebuah ‘kehormatan’ tersendiri bila ada yang menyaksikannya tersenyum.
Trip Hawkins berbisik kepada Steven Kent, penulis novel sains fiksi dan kisah-kisah seputar Silicon Valley yang juga ada dalam ruangan tersebut, “Itu hal yang langka. Sumpah saya pernah melihat seorang laki-laki masuk ke kantor Don Valentine, kemudian Don mengintimidasinya sampai-sampai orang itu pingsan!”
Kent mengangguk-angguk. Di benaknya terbayang sosok tangguh yang sudah melanglang buana semenjak awal Silicon Valley mulai terkenal sebagai sentra pembuatan komponen komputer di Amerika. Don Valentine (nama ‘Don’ tersebut dirujuk dari gelar para cecunguk Sisilia, untuk memperlihatkan betapa orang tersebut tidak bisa dipermainkan), merupakan nama yang ditakuti ibarat iblis di kalangan Silicon Valley, sekaligus juga malaikat bagi orang-orang di sana. Khalayak umum mengenalnya sebagai pendiri Sequoia Capital, forum finansial besar yang menawarkan investasi bagi Apple, Google, dan lebih dari 500 perusahaan Silicon Valley lainnya!
Dari Salesman ke Investor

Sebelum dikenal sebagai investor bertangan dingin, Valentine berkerja sebagai tenaga marketing di Fairchild Semiconductor. Di perusahaan raksasa komputer pertama (yang juga menjadi cikal bakal Intel ini), Valentine berguru bagaimana cara memasarkan dan menjual aneka macam temuan teknologi terbaru di awal kurun digital. Chip pada tahun 1959 (awal Valentine bekerja) merupakan sesuatu yang gres dan tentu saja susah dipasarkan alasannya yaitu tidak semua orang memahami nilainya.
Pada tahun 1972, Valentine mendirikan Sequoia Capital dan ini merupakan perusahaan PERTAMA di Silicon Valley yang mempunyai spesialisasi khusus menanamkan modal kepada perusahaan-perusahaan gres yang berkembang di sentra pembuatan komputer dan perangkat kreatif tersebut.
Valentine pertama kali bertemu Steve Jobs di Atari, perusahaan video game kawasan Jobs menjadi line engineering. Atari sendiri pada ketika itu sedang berjuang melawan kebangkrutan, padahal mereka yaitu salah satu penggerak perusahaan konsol game yang inovatif. “Saya berkeliling ke pabrik, dan mencium aroma marijuana. Saya bilang kepada Nolan (boss Atari), ‘Saya tidak tahu jenis rokok apa yang mereka hisap, tapi terang saya tidak akan menghisapnya'” Nolan hanya tertawa malu. Dia membela diri bahwa kadang ia harus membiarkan anak buahnya merokok atau menghisap ganja alasannya yaitu mereka biasanya lebih kreatif alasannya yaitu itu. Siang itu, mereka mengadakan rapat dewan direksi Atari di pemandian air panas milik Nolan yang memang biasa dipakai untuk bersantai secara berkelompok. “Saat itu botol-botol anggur mengapung di atas kolam mandi, boleh diambil oleh siapa saja. Nolan belum sempat mabuk, tapi ia sudah telanjang lingkaran sambil menceritakan konsepnya. Yah, konsep itu memang revolusioner sih.” Kenang Don Valentine
Singkat cerita, Valentine menggelontorkan dana untuk menyelamatkan Atari dari kebangkrutan. Karena sering terlibat dengan Atari, ia mulai mengenal para karyawan Atari, termasuk Steve Wozniak dan Steve Jobs.
“Mereka berdua tolong-menolong tidak menawarkan kesan baik bagi saya. Mereka berjanggut kasar, berpakaian konyol, dan bahkan berbau tidak enak. Tapi Woz merancang komputer yang sangat cantik, dan Jobs mempunyai konsep produk yang hebat. Saya menyimpulkan bahwa kami akan sanggup membangun perusahaan Fortune 500 dalam waktu kurang dari empat tahun.”
Don Valentine kemudian menggelontorkan dana senilai USD 150.000 pada ketika Apple gres saja berdiri. Sequoia Capital yang didirikannya juga menaungi Apple secara resmi sebagai investor. Selain itu, Don Valentine juga yaitu otak di balik investasi kepada Oracle, LSI Logic, Electronic Arts, dan Cisco System. Semua perusahaan tersebut masih ada dan ternama hingga ketika ini. Apple bahkan gres saja melampaui nilai kapitalisasi pasar USD 1 triliun di tahun 2018, sebuah hal yang mungkin sudah diperkirakan Don Valentine sebagai investor semenjak awal!

Konsep Investasi Don Valentine

Dengan gelar menterengnya sebagai ‘investor legendaris’ Silicon Valley, uniknya, Don Valentine tidak pernah mengenyam pendidikan dari Universitas bergengsi ibarat contohnya Caltech atau Harvard Business School. Gayanya pun ibarat warga kelas urban New York yang blak-blakan dan keras. Ini dibuat dari latar belakangnya yang merupakan salesman. Mungkin ini juga yang mengakibatkan ia lihai dalam mengendus peluang.
Pemikirannya dalam hal investasi juga cukup berbeda dibanding rekan-rekan seangkatannya, utamanya yang mempunyai perusahaan investasi (Venture Capitals – VC). Kebanyakan pameo yang dianut Venture Capitals adalah: berinvestasilah terlebih dahulu terhadap orang. Teknologi dan pasar yaitu pertimbangan sekunder. Alurnya ibarat ini: Orang-orang “A” akan tahu cara menemukan teknologi “A” dan pasar “A”.
Valentine menolak konsep ini. Dia bertaruh pada pasar yang siap untuk meledak (dalam artian, belum ada pasar sebelumnya). Valentine meletakkan uangnya pada microcomputer (Apple), database (Oracle), dan router (Cisco), sebelum ada investor lain melakukannya. Ini tentu saja penuh pertaruhan, alasannya yaitu ketika Valentine berinvestasi, belum ada pasar untuk produk yang akan dijual oleh perusahaan ‘asuhan’-nya. Kemampuannya mengendus peluang ini mengakibatkan namanya diukir sebagai Legenda di Silicon Valley.
Komunitas Silicon Valley secara bercanda menyampaikan bahwa Valentine yaitu satu-satunya orang yang menulis cek bagi Steve Jobs ketika perjaka itu masih bertelanjang kaki keliling Silicon Valley meminta dana. “Jobs mempunyai intensitas yang menakjubkan,” ujar Valentine ketika ditanya mengenai keputusannya mendukung pendiri Apple tersebut.
Sepertinya Valentine memang menyukai para CEO yang ‘nyentrik’. Salah satu favorit Valentine (selain Jobs) yaitu John Morgridge, pendiri Cisco yang juga mempunyai banyak keunikan tersendiri. Valentine menyampaikan bahwa Morgridge mempunyai cara yang gila dalam mendoktrin para manajer Cisco. Dia akan mendudukkan para manajer di sebuah bangku murah sambil berlagak bahwa mereka yaitu penumpang pesawat. Dia akan menyampaikan “Selamat tiba di Cisco, Anda duduk di bab pembinaan pesawat. Itu yaitu kawasan duduk saya, dan akan jadi kawasan duduk Anda juga.”
Setelah itu Morgridge akan menjelaskan visi dan aneka macam prinsip Cisco kepada para manajer. Dia sangat persuasif sehingga orang-orang yang bersamanya merasa yakin bahwa mereka sanggup melaksanakan persis ibarat yang diinginkan Morgridge.
Ada rumor yang unik mengenai Sequoia Capitals, Perusahaan yang didirikan oleh Valentine. Sequoia akan melaksanakan tes pada pelamar magang di perusahaan mereka. Karyawan senior akan menemani pelamar ke toilet laki-laki (Pada zaman itu, perempuan belum ada yang bekerja di VC). Di toilet laki-laki tersebut akan dilakukan sesi pelatihan. Karyawan tetap di Sequoia akan mengambil kawasan duduk di separuh kawasan urinal, seraya menyisakan beberapa toilet duduk kosong. Calon akseptor magang yang bersedia duduk bersebelahan dengan karyawan senior yang menemani (tidak menentukan duduk di atas dudukan toilet yang lebih nyaman), dianggap mempunyai perilaku yang sempurna dan adat yang bagus, serta akan eksklusif dipertimbangkan untuk magang di Sequoia. Wartawan berupaya mengonfirmasi kebenaran dongeng ini, namun para karyawan Sequoia hanya tersenyum ketika ditanya mengenai hal ini. Entah benar tidaknya kisah tersebut, namun Sequoia Capitals mempunyai aba-aba etik yang sangat terang terkait investasi, dan semuanya berasal dari anutan Don Valentine!
Pesan Don Valentine untuk Para Investor Generasi Mendatang

Dalam sebuah wawancara, Don Valentine ditanya bagaimana semoga sanggup menjadi investor sukses tampaknya di dunia teknologi yang tidak menentu dan berubah dengan cepat. Pria yang tahun ini berusia 86 tahun tersebut tersenyum.
Kunci untuk membuat investasi yang andal yaitu mengasumsikan bahwa masa kemudian salah, dan lakukanlah sesuatu yang bukan merupakan bab masa lalu, melaksanakan sesuatu yang benar-benar berbeda. Yang paling penting yaitu mempunyai kemampuan dan kemauan untuk berbeda. Perusahaan andal dibangun oleh produk-produk yang berbeda oleh orang-orang yang berbeda
Don Valentine memang telah menunjukan hal yang dikatakannya tersebut. Sequoia Capital mendukung aneka macam bisnis unik yang mengakibatkan dunia ini lebih penuh warna. Tidak semua orang sanggup melakukannya, tapi bila memang mempunyai kapasitas tersebut, mengapa tidak?
Referensi
Elsworth, Catherine. (2004). The man who Googled himself USD 1 billion. Telegraph.
Guthrie, Julian. (2011). Something Ventured tells story of tech investors. SFGate
Karlgaard, Rich. (2005). Don Valentine, Venture Capitalist. Forbes
Sumber: https://winpoin.com/
0 Response to "Kisah Silicon Valley #66 – Sang “Don” dari Silicon Valley"
Post a Comment