Kisah Silicon Valley #64 – VoodooPC, Cikal Bakal Lini Gaming HP

Hasrat kami di VoodooPC ialah merancang PC dengan kinerja paling tinggi dan bersifat personal untuk kebahagiaan pelanggan kami. Setelah akuisisi ini, pelanggan sanggup berharap untuk tetap mendapatkan konfigurasi tertinggi, layanan, dan kualitas terbaik menyerupai yang biasa kami berikan. Keuntungan akuisisi VoodooPC ini ialah mengakibatkan visi kami bakal lebih sanggup dinikmati oleh lebih banyak orang dalam lingkup internasional.
Demikian ucapan penuh keyakinan dari Rahul Sood, pemilik VoodooPC dikala perusahaannya diakuisisi oleh Hewlett-Packard, perusahaan yang secara tradisional merupakan penjual PC terbesar di Amerika. Rahul optimis bahwa penjualan ini bukannya mengakibatkan VoodooPC lenyap, tapi bahkan akan sanggup disaksikan kehadirannya bagi audiens yang lebih luas, tingkat dunia!
Pemilik Perusahaan Termuda

Rahul Sood, perjaka berdarah India tersebut sudah memperlihatkan ketertarikan pada komputer semenjak umur 11 tahun. Penasaran akan bagaimana komponen komputer bekerja, Rahul membongkar komputer miliknya, sebuah Apple IIC, yang gres saja dibelikan orang tuanya dari Apple. Percobaan tersebut gagal. Rahul gagal memahami bagaimana komputer bekerja, komputer tersebut juga tidak pernah menyala lagi selamanya, bahkan memang belum pernah menyala sama sekali alasannya ialah Rahul pribadi membongkarnya sehabis membeli.
Kapok? Nyatanya tidak. Rahul mengambil kursus Computer Science dari sebuah forum pendidikan swasta di bersahabat rumahnya. Dari sini ia mendapatkan banyak wawasan perihal komputer. Lulus SMA, Rahul sempat menghadiri kuliah di Mount Royal College. Namun seminggu kuliah ia memutuskan mengaku kepada kedua orangtuanya bahwa ia tidak ingin lagi melanjutkan pendidikan. Dia sudah jenuh dan ingin menekuni bidang yang ia cintai: komputer.
Pada final tahun 1991, dengan modal pinjaman dari kedua orangtuanya, Rahul Sood mendirikan perusahaan perakitan komputer. Saat itu ia gres berusia 17 tahun!
Pada awalnya ia bekerja sendiri dibantu oleh beberapa temannya yang mempunyai kegilaan serupa terhadap komputer. Rakitan tim Rahul ini cukup nyeleneh dan mempunyai desain radikal. Mereka pun terkenal di lingkungan sekitar situ. Komunitas penggemar PC lokal menjadi pelanggan setia Rahul. Pesanan berdatangan, meskipun laba yang diperoleh Rahul belum seberapa.
Pada tahun 2004, Ravi Sood, adik Rahul bergabung ke perusahaan. Mereka berdua kemudian setuju mengganti nama perusahaan menjadi VoodooPC.

Selanjutnya VoodooPC dikenal menciptakan PC high-end dengan desain unik dan berkelas bagi para Enthusiast PC, utamanya di wilayah sekitar. VoodooPC terkenal sebagai startup yang unik, namun alasannya ialah modal mereka terbatas, tidak bisa bersaing menyerupai produsen komputer game yang dikala itu juga sedang beranjak populer: Alienware.

Ciri khas produk dari VoodooPC ialah perhatian terhadap detail desain yang unik dan keren. Rahul dan Ravi mempunyai tim pekerja yang sangat antusias untuk melaksanakan hal ini dengan sempurna.

Salah satu karyawan andalan VoodooPC dikala itu ialah Trevor Kells. Kells bergabung setahun sehabis Ravi. Trevor Kells sangat menyukai hasil karya VoodooPC, namun ia dengan yakin menyatakan bahwa ia bisa mengakibatkan produk-produk ini lebih baik.
“Kenapa kamu begitu yakin?” Ujar Ravi heran.
“Karena saya sudah membayangkan menyerupai apa produk yang akan saya rakit, dan saya bahkan bisa melakukannya dengan mata tertutup alasannya ialah saya sudah menatanya dengan detil dalam pikiranku.” Ujar Trevor mantap.
Ravi tentu saja tak percaya dan meminta karyawan gres itu menunjukan omong besarnya. Trevor diajak ke depan meja daerah komponen dan peralatan PC yang terpisah lengkap berada di atasnya, tinggal dirakit dan dipasang. Ravi sendiri mengikatkan epilog mata pada Trevor. Hasilnya? Trevor Kells benar-benar merakit komponen tersebut menjadi komputer yang berfungsi baik. Dengan mata tertutup!
Kisah itu menjadi legenda. Para penggemar PC sekitar yang mendengar dongeng perihal Trevor Kells bahkan mampir untuk sekedar berjabat tangan dengan sang legenda, tentu saja sambil membeli produk dari VoodooPC.

Produk-produk khas VoodooPC sanggup disaksikan di video ini:
Dell Mencaplok Alienware

Sebuah perubahan besar terjadi pada awal tahun 2006, bisnis perangkat gaming yang seakan mempunyai ‘jalur tersendiri’ dan tidak bersinggungan dengan para pembuat PC besar tiba-tiba berganti alur. Nelson Gonzales dan Alex Aguila, pemilik Alienware PC mendapatkan proposal dari Dell dengan jumlah fantastis. Para penggemar game bergejolak. Sebagian besar di antara mereka tentu saja kelompok idealis yang lebih senang menyaksikan adanya ‘penantang kecil’ di tengah-tengah kemapanan perusahaan-perusahaan komputer raksasa menyerupai Apple, IBM, Lenovo, dan Hewlett-Packard. Game ini ialah ceruk suci yang selamanya ingin mereka jaga. Berhasil bertahannya Alienware sebagai pembuat PC game yang khas juga berasal dari proteksi para penggemar game yang ingin biar produsen PC favorit mereka tetap idealis tanpa didikte oleh para raksasa PC. Tindakan Dell yang membeli Alienware tentu saja mengubah stigma tersebut. Banyak penggemar yang murka alasannya ialah mereka khawatir nantinya kebijakan-kebijakan khas perusahaan besar bakal memengaruhi komunitas game.
Bukan hanya komunitas gamer yang memanas. Perusahaan-perusahaan PC juga terkejut oleh langkah Dell tersebut. Banyak analis yang menilai bahwa pembelian produsen PC mengakibatkan Dell menjadi lebih dinamis dan modern, alasannya ialah berhasil melihat tren terkini, yaitu game.
Lenovo yang gres saja membeli IBM, pribadi berancang-ancang untuk menyiapkan lini PC game untuk bersaing dengan Dell dan Alienwarenya. Sementara itu, HP yang konsisten sebagai salah satu penjual PC dan laptop terbanyak di dunia ikut berdebar-debar. Mereka bisa saja mengambil langkah yang sama dengan Lenovo, menciptakan lini produk gaming dari nol. Namun tentu saja mereka kurang pengalaman dan kemampuan yang diharapkan untuk itu. Ini akan memerlukan waktu riset dan pengembangan bertahun-tahun.
Sementara itu, seiring dengan makin populernya VoodooPC sebagai pembuat komputer game yang menjanjikan, para analis mulai menyarankan biar HP melirik akuisisi terhadap perusahaan yang sedang berkembang ini sebagai sebuah alternatif!
HP Mengakuisisi VoodooPC

Tanggal 28 September 2006, rumor yang usang berhembus di kalangan dunia teknologi, yaitu HP berencana untuk mengakuisisi VoodooPC, hasilnya menjadi kenyataan. HP mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi VooDooPC. Setelah transaksi tersebut dilangsungkan, HP akan membentuk unit bisnis terpisah (seperti halnya kebiasaan HP semenjak dulu) untuk berfokus pada industri gaming. Pemilik VoodooPC, Rahul Sood, akan menjadi Chief Technologist, sedangkan saudaranya yang juga kawan pendiri VoodooPC, Ravi Sood, akan menjadi Director of Strategy.
Produk pertama HP sehabis mengakuisisi VoodooPC ialah HP Blackbird 002. Sebagai pengukuhan terhadap VoodooPC, HP mencetak kalimat: VoodooDNA pada casingnya. HP Blackbird 002 membawa demam tersendiri di kalangan penggemar komputer game dan menjadi salah satu produk terlaris HP pada tahun 2007!

Tiga tahun sehabis akuisisi tersebut, Rahul Sood mengomentari arah perjalanan VoodooPC dan HP:
Banyak orang mengasumsikan bahwa Voodoo telah merancang notebook gres dikala bahkan kami belum merancang apa-apa. Jelas kami merupakan perusahaan yang berpengaruh. Setelah tiga tahun berlalu, kami melihat bagaimana produk-produk HP berubah, rasanya benar-benar luar biasa bagi kami.
Jadi apa yang terjadi pada Voodoo? Kami sudah bisa memperkirakan menyerupai apa ke depannya pada dikala kami menandatangani akuisisi VoodooPC oleh HP. Seperti yang kita saksikan sekarang, Voodoo telah bertransisi menjadi produsen “desktop dan notebook” yang tadinya belum pernah kami saksikan. Apakah ini berarti kita tidak akan lagi melihat DNA Voodo dalam HP? Yah, memang akan susah. Namun jikalau kita mau meneliti dengan seksama, maka kita semua bisa melihat sisa garis rancangan dan konsep kami terdahulu pada semua produk-produk HP dikala ini, bukan hanya pada divisi gaming, tapi juga pada produk HP secara luas.
Bagaimana dengan Rahul sendiri? Microsoft tertarik pada talenta Rahul sehabis menyaksikan sepak terjangnya bersama VoodooPC. Pada tanggal 21 Desember 2010, Rahul Sood bergabung dengan Microsoft sebagai GM for System Experience. Tugasnya ialah memastikan pengalaman pengguna yang baik untuk software-software andalan Microsoft. Tugas ini dijalankannya dengan baik sehingga Microsoft memberikannya posisi yang lebih menantang di Microsoft Bing. Tugasnya ialah mendorong peningkatan Bing melalui pengalaman pengguna yang menarik.
Ketika memutuskan resign dari Microsoft pada November 2014, Bing mengalami peningkatan yang signifikan dengan banyak pengalaman pengguna unik yang membedakannya dari Google. Nampaknya dasar-dasar yang diletakkan Rahul cukup signifikan alasannya ialah pada tahun ini, Bing tumbuh semakin besar dan menjadi salah satu divisi yang menawarkan profit positif bagi Microsoft!
Referensi
Silicon Valley Historical Association, Hewlett-Packard, Silicon Valley Historical
Anand Lal Shimpi. (2006). Following in Dell’s Footsteps: HP to Acquire Voodoo Computers. Anandtech
Buchanan, Matt. (2009). VoodooPC Brand is Basically Dead. Gizmodo
Minter, Steve. (2015). Splitsville: Hewlett-Packard’s Plan to Divide and Conquer. Industry Week
Sumber: https://winpoin.com/
0 Response to "Kisah Silicon Valley #64 – VoodooPC, Cikal Bakal Lini Gaming HP"
Post a Comment