Benarkah Windows Sudah Tidak Penting Lagi Bagi Microsoft..??

 Satya Nadella Sindir Jurnalis yang Pakai iPad Benarkah Windows Sudah Tidak Penting Lagi Bagi Microsoft..??

“Kami ingin menggerakkan orang-orang dari ‘memerlukan’ Windows menjadi ‘memilih’ Windows, dan ‘mencintai’ Windows. Ini yaitu tujuan utama kami,” demikian ucap CEO Satya Nadella tiga tahun lalu. Pada dikala itu, Microsoft mengejutkan orang-orang dengan teknologi menyerupai HoloLens dan support Windows terhadap Linux. Upaya fokus terhadap Windows (10) ini nampaknya cukup sukses alasannya yaitu dalam tiga tahun tersebut, Windows 10 sudah berjalan di lebih dari 1 miliar perangkat. Namun, sesudah tiga tahun, reorganisasi yang dilakukan Microsoft seiring dengan mundurnya Terry Myerson dari posisi Chief divisi Windows memperlihatkan bahwa Windows tidak lagi penting bagi kesuksesan Microsoft. Bagaimana sanggup begitu?

 

Reorganisasi Terbesar Microsoft

 Satya Nadella Sindir Jurnalis yang Pakai iPad Benarkah Windows Sudah Tidak Penting Lagi Bagi Microsoft..??

Microsoft mengumumkan reorganisasi, keempat kalinya dalam lima tahun terakhir, dan semakin signifikan dalam kurun pemerintahan Nadella. Dari memo yang dibagikan kepada karyawan pasca reorganisasi tersebut, tampaknya masa depan perusahaan ini mengarah ke cloud dan AI.

Petunjuk besar pertama wacana masa depan OS ini yaitu kelompok Experiences & Devices yang gres saja dibentuk, meliputi Windows, Office, dan Surface. Chief Microsoft Office, Rajesh Jha, kini bertanggung jawab atas keseluruhan divisi, sementara Joe Belfiore mengemban tanggung jawab untuk memimpin divisi Windows Experience. Divisi ini merupakan petunjuk wacana bagaimana Microsoft dan Nadella melihat operating system dalam aspek komputasi yang luas. Android dikala ini mempunyai 2 miliar perangkat aktif setiap bulan dan lebih dari 1 miliar perangkat Apple aktif di seluruh dunia. Microsoft mengklaim ada 1,5 miliar orang memakai Windows, meskipun ada gejala bahwa jumlah tersebut sanggup saja menurun. Windows 10 kini berjalan di lebih dari 600 juta perangkat (menurut statistik November 2017 lalu), termasuk PC, tablet, XBox One, konsol, HoloLens, dan bahkan Surface Hub dan (uhukk) Windows 10 Mobile. Tren Windows tersebut memperlihatkan bahwa Windows 10 berjalan di 45% PC dan tablet November lalu, yang berarti bahwa pengguna Windows mungkin menurun sampai ‘tinggal’ 1,33 miliar saja.

Dari statistik tersebut, 600 juta pengguna Windows 10 sesungguhnya sudah merupakan jumlah yang sangat besar, namun ini hanya separuh lebih sedikit dari sasaran orisinil Microsoft. Tiga tahun lalu, Microsoft mencanangkan sasaran untuk mendapat 1 miliar pengguna. Namun tentu saja ini hanya sanggup terjadi jikalau proyek Windows Phone sukses. Sayangnya, Microsoft mengalah di segmen ini sehingga sasaran tersebut tidak terwujud. Kalah di tren mobile juga berarti Windows tidak lagi menjadi ‘cara paling dominan’ bagi seseorang melaksanakan kiprah komputasi, sehingga Microsoft kesannya melaksanakan ‘plan B’ yaitu memperlihatkan ‘pengalaman lintas perangkat lintas platform’!

 Satya Nadella Sindir Jurnalis yang Pakai iPad Benarkah Windows Sudah Tidak Penting Lagi Bagi Microsoft..??

Setelah tiga tahun berlalu, Microsoft nampaknya mulai menjauhi upaya coba-coba di pasar konsumen, dan bahkan dengan tegas eksklusif mengeliminasi produk yang kurang mempunyai sambutan di tingkat konsumen. Redmond ‘membunuh’ Groove Music, platform streaming miliknya untuk mendukung Spotify sepenuhnya, dan mungkin yang paling banyak disesalkan konsumen: mengonfirmasi bahwa mereka tidak akan melanjutkan lagi Windows Phone. Sebagai gantinya, Microsoft mendukung iOS dan Android semoga sanggup bekerja lebih baik dengan Windows 10. Dengan demikian, apa pun perangkat mobile yang dipilih, maka platform komputasi yang dipilih sanggup selalu dari penawaran Microsoft.

Windows 10 kini banyak berfokus pada “kreator” dalam beberapa tahun belakangan ini, dengan dua update besar yang menambahkan Mixed Reality, 3D Paint, dan peningkatan touch/pen. Universal Windows Apps direncanakan untuk sanggup mendukung Windows melalui banyak sekali perangkat. Selain itu, Microsoft juga mengupayakan semoga developer mengemas ulang perangkat lunaknya semoga diluncurkan melalui Microsoft Store.

 

Penyesuaian Target Baru Microsoft

 Satya Nadella Sindir Jurnalis yang Pakai iPad Benarkah Windows Sudah Tidak Penting Lagi Bagi Microsoft..??

Jika dilakukan evaluasi secara menyeluruh, Windows 10 sanggup dikatakan berhasil ‘membalas’ kegagalan Windows 8. Microsoft mendengarkan penggunanya yang setia memakai Windows dan mengadaptasikan sistem operasinya tersebut dengan bijak sesuai usul pengguna. Setelah hal ini tercapai, fokus Nadella nampaknya memelihara hal ini, dan mengejar tujuan berikutnya. Ini akan sangat kontroversial. Jika semenjak awal berdirinya, Microsoft seakan terpusat pada Windows, namun kini perlahan-lahan fokus tersebut bergeser. Dengan berkembangnya bisnis Cloud Microsoft secara masif, bersaing secara eksklusif dengan dominasi Amazon, nampaknya Nadella berupaya untuk terus mengejar hal ini.

Windows kini tampaknya diarahkan untuk memainkan ‘peran yang berbeda’ di masa mendatang. Microsoft perlu untuk mengikuti dan menyediakan layanan cloud dan aplikasi kepada orang-orang tanpa memandang perangkat apa pun yang mereka gunakan dan platform apa yang mereka pilih. Microsoft berhasil meraih kesuksesan dengan Office 365 dan Outlook yang sanggup diakses dari perangkat mana saja. Kuncinya yaitu penguasaan cloud yang sempurna.

Nadella memang menyatakan bahwa “masa depan Windows sangat cerah” namun pada kalimat selanjutnya, ia menegaskan bahwa “Microsoft akan lebih dalam terhubung dengan penawaran Microsoft 365”. Sistem layanan ini memungkinkan perusahaan membeli Office dan Windows bersamaan secara berlangganan.

Di sisi konsumen, kau sanggup mengamati situasi ini di sekitar kamu. Orang-orang banyak dengan gembira mengaku sebagai fanboy Apple, menentukan Xiaomi, menikmati perangkat indah Samsung, namun dalam pekerjaan sehari-harinya memakai Microsoft Office, bermain game PC (berbasis Windows), dan banyak lagi. Kehadiran Microsoft mungkin semakin usang semakin tidak begitu dirasakan, padahal mereka begitu dalam berada pada setiap sisi kehidupan. Ini semua berkat integrasi cloud superior yang memungkinkan layanan mereka diakses oleh banyak sekali perangkat dan platform.

Jika dulu Bill Gates mengimpikan semoga Windows sanggup diinstal di setiap komputer rumah tangga (dan sasaran tersebut sempat sukses), maka kini dengan kurun yang berbeda, serta pengejaran Microsoft terhadap superioritas cloud, maka tujuan yang relevan dikala ini adalah: layanan Microsoft dipakai oleh setiap orang, tanpa memandang platform pilihannya.

 

Sumber: TheVerge


Sumber: https://winpoin.com/

0 Response to "Benarkah Windows Sudah Tidak Penting Lagi Bagi Microsoft..??"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel