Kisah Silicon Valley #47 – Heboh Surat ‘Motivasi’ Elop

#feb11 “Two turkeys do not make an Eagle”.
— vicgundotra (@vicgundotra) February 9, 2011
Twit pada 9 Februari 2011 dari Vic Gundotra, salah satu direktur Google, sangat mengejutkan bagi karyawan dan direktur Nokia. Pasalnya, hashtag yang dipakai Gundotra ialah mengacu pada tanggal yang dijanjikan Stephen Elop mengumumkan keputusan perihal platform yang dipilih untuk kelangsungan Nokia selanjutnya. Apalagi konten twitnya yang menyindir bahwa “Dua ekor kalkun tidak akan menjadi elang”. Ini terperinci berarti bahwa Google sudah tahu jalan apa yang akan dipilih Nokia (Padahal mekanisme negosiasi dan perancangan taktik dilakukan Elop dengan super rahasia), dan terperinci itu bukan kerjasama dengan Google!
Menyatukan Nokia

Untuk para manajer senior di Nokia, empat bulan pertama dalam kepemimpinan Elop ialah waktu yang sulit. Periode ini dipenuhi oleh kebingungan dan tindakan ‘bertahan hidup’. Saat perubahan dalam organisasi belum pasti, semua orang seakan berkonsentrasi supaya sanggup memperlihatkan kesan bagi boss barunya.
Sebelum mengumumkan keputusan, Elop mengundang 200 orang di bawah kepemimpinan administrasi tingkat atas selama dua hari di Windsor, erat London. Pada ketika itu sudah ada kelompok yang memegang prototype Windows Phone 7 sehingga manajer sanggup mendemonstrasikan fitur-fiturnya kepada bawahan mereka.
Anggota dewan direksi dan direktur senior yang diundang dalam pertemuan itu pun langsung sadar. Tidak ada lagi yang perlu dirundingkan! Keputusan sudah diambil. ‘Rapat perundingan’ yang diadakan Elop hanya bersifat briefing kepada bawahan perihal keputusan yang sudah diambil sang CEO. Dewan mendapatkan smartphone Microsoft Windows Phone 7 sebagai satu-satunya platform yang akan mereka kembangkan secara eksklusif. Masalah yang paling serius yang perlu dipertimbangkan hanyalah kesepakatan bahwa Nokia akan melindungi platform dan pengembangan OS miliknya sendiri. Dewan direksi tentu saja tidak ingin melaksanakan ‘pemecatan massal’ bila mereka mengabaikan platform miliknya sendiri. Apalagi dengan menentukan Windows Phone 7, mereka seakan berlayar di perairan yang tidak diketahui areanya. Penuh karang dan arus tak sanggup diperkirakan. Satu-satunya yang menghibur adalah: Microsoft memperlihatkan begitu banyak uang untuk mengarungi area tersebut.
Detail kontrak dengan Microsoft tersebut sepenuhnya rahasia. Namun diketahui bahwa Microsoft menjanjikan untuk membayar Nokia USD 250 juta dalam satu kuartal untuk mendukung platform tersebut. Microsoft akan membeli lisensi untuk paten milik Nokia dan mengguyurkan dana untuk pemasaran Windows Phone. Jumlah yang dipakai untuk pemasaran atau lisensi tersebut tidak disebutkan secara terperinci dalam kontrak. Ini semua akan diputuskan per kasus. Nokia akan membayar royalti sebesar 10 euro (USD 15) per perangkat kepada Microsoft untuk memakai Windows Phone. Ada jumlah minimal per tahun untuk royalti, yang mana wajib dibayarkan Nokia tanpa memandang volume penjualan. Jumlah tersebut akan makin meningkat setiap tahun. Biaya dasar untuk jangka panjang akan lebih besar dari royalti minimal. Pembayaran royalti ini akan mulai berjalan hanya ketika ponsel sudah mulai dijual. Dengan dana yang diberikan Microsoft, keuangan Nokia menjadi sangat berpengaruh pada tahun itu.
Efek dari perjanjian tersebut, Microsoft mulai memakai platform peta dan navigasi milik Nokia untuk semua layanannya, dan mengambil laba dari kekerabatan Nokia dengan para penyedia layanan jaringan. Mereka juga sanggup menagih biaya untuk layanannya bersamaan dengan biaya bulanan ponsel (untuk ponsel pascabayar). Pendapatan dari layanan ini akan dibagi dua antara Microsoft dan Nokia. Durasi kontrak ini ialah lima tahun. Selama waktu tersebut, Nokia tidak diizinkan untuk memakai platform pesaing dalam smartphone.
Dewan direksi bahu-membahu kurang sreg dengan solusi ini. Mereka sempat ‘menawar’ kepada Elop supaya menjalin kesepakatan juga dengan Google. Skemanya adalah, memakai Windows Phone untuk ponsel high end Nokia, dan memakai Android untuk ponsel low end. Elop meyakinkan direksi bahwa hal ini tidak akan disukai oleh Microsoft. Redmond menginginkan supaya Nokia secara langsung hanya memakai Windows Phone! Setelah tarik ulur yang alot, akibatnya semua pernyataan dan keputusan Elop mutlak diterima tanpa syarat. Tanggal 11 Februari 2011, Nokia mengumumkan kemitraan strategis dengan Microsoft dan akan memakai kekuatan dan keahlian mereka untuk saling melengkapi dalam membuat ekosistem mobile yang baru!
Surat ‘Motivasi’ Elop yang Menghebohkan

Belum lagi usai kehebohan yang ditimbulkan oleh keputusan Dewan Direksi dan Eksekutif teratas Nokia (oke, ini keputusan Elop), seluruh karyawan Nokia mendapatkan memo yang kontroversial, menjelaskan perihal keputusan yang diambil oleh Nokia serta masa depan Symbian dan MeeGo. Saya terjemahkan surat itu secara utuh bagi pembaca untuk sanggup menafsirkan sendiri perasaan karyawan Nokia yang membaca memo tersebut (apalagi mereka yang telah menghabiskan waktunya seumur hidup untuk bekerja di Nokia dan membesarkan platform tersebut).
Halo teman-teman sekalian,
Ada sebuah dongeng yang ibarat dengan situasi ketika ini, perihal seorang laki-laki yang bekerja di sebuah perusahaan minyak di Laut Utara. Dia terbangun di suatu malam tanggapan sebuah suara ledakan keras, yang dengan segera disusul oleh api membara di seluruh area kilang. Dalam sekejap, laki-laki ini dikelilingi oleh api. Melalui asap dan panas, ia susah payah berusaha keluar dari kekacauan ke ujung bangunan kilang minyak di tengah bahari tersebut. Saat melihat ke sekeliling, yang dilihatnya hanyalah kegelapan, serta perairan Atlantik yang masbodoh dan sunyi.
Saat api mendekatinya, laki-laki tersebut hanya punya beberapa detik untuk bereaksi. Dia sanggup tetap bertahan di tempatnya berada, kemudian dilahap oleh api membara. Atau, ia sanggup melompat ke dalam air yang dingin. Pria tersebut berdiri di atas “bangunan yang terbakar”, dan ia perlu menentukan pilihan.
Dia menetapkan untuk melompat. Hal yang tidak diduga. Dalam kondisi biasa, laki-laki tersebut tidak akan pernah menetapkan untuk terjun ke air es membekukan. Tapi ini bukan ‘kondisi biasa’ – bangunannya dilahap api! Pria tersebut bertahan hidup dari tindakannya terjun ke air. Setelah ia berhasil selamat, ia mengenang bahwa “bangunan yang terbakar” tersebut mengakibatkan perubahan radikal dalam perilakunya.
Kita juga ketika ini sedang berdiri di atas “bangunan yang terbakar”, dan kita harus menetapkan bagaimana kita akan mengubah sikap kita.
Selama beberapa bulan terakhir, saya telah menginformasikan kepada Anda semua apa yang kami dengar dari pemegang saham, operator, developer, supplier, dan bahkan dari Anda juga. Hari ini, saya akan membagikan apa yang sudah saya pelajari dan apa yang saya yakini dari pengalaman tersebut.
Yang saya pelajari adalah: kita sedang berdiri di atas bangunan yang terbakar. Kita mencicipi panas membara tanggapan dikelilingi api yang menjilat-jilat.
Contohnya, ada panas yang sangat dahsyat dari para pesaing kita, lebih erat dibanding yang kita bayangkan. Apple mengacaukan pasar dengan ‘mendefinisikan ulang’ smartphone dan menarik developer ke ekosistem yang tertutup, tapi sangat kuat.
Pada tahun 2008, harga saham Apple di kisaran harga USD 300 lebih ialah 25 persen; pada tahun 2010, saham meningkat sebesar 61 persen. Mereka menikmati trajektori pertumbuhan yang luar biasa dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 78 persen setahun sesudah kuartal keempat 2010. Apple memperlihatkan bahwa bila ekosistem dirancang dengan baik, konsumen akan bersedia membeli ponsel berharga tinggi dengan pengalaman yang luar biasa dan developer akan berbagi aplikasi untuknya. Mereka mengubah permainan, dan ketika ini, Apple ialah pemilik pangsa pasar atas.
Lalu kemudian, Android hadir. Dalam sekitar dua tahun, Android membuat sebuah platform yang menarik developer aplikasi, penyedia layanan, dan manufaktur hardware. Android mengincar pasar kelas atas, namun sekarang memenangkan pasar kelas menengah, dan dengan cepat mereka menguasai pasar di bawahnya, ponsel dengan harga di bawah 100 euro. Google telah menjadi tenaga gravitasi, menarik sedemikian banyak penemuan industri ke intinya.
Namun jangan lupakan kisaran harga kelas bawah. Pada tahun 2008, MediaTek memasok desain rujukan lengkap untuk chipset ponsel, yang memungkinkan produsen di wilayah Shenzhen, Tiongkok, memproduksi ponsel dengan laju yang tak sanggup dipercaya. Dengan cara yang sama, ekosistem ini sekarang memproduksi lebih dari sepertiga ponsel yang dijual secara global – mengambil pangsa pasar kita dari negara berkembang.
Sementara para pesaing menyemprotkan api ke pangsa pasar kita, apa yang terjadi pada Nokia? Kita tertinggal, kita kehilangan tren besar, dan kita kehilangan waktu. Pada waktu itu, kita beranggapan bahwa kita mengambil keputusan yang tepat; namun, sesudah menengok ke belakang, kita sekarang menyadari bahwa kita tertinggal beberapa tahun di belakang.
iPhone yang pertama diluncurkan pada tahun 2007, dan kita masih belum mempunyai produk yang erat dengan pengalamannya. Android masuk ke gelanggang kurang lebih 2 tahun lalu, dan ahad ini, mereka mengambil alih posisi kepemimpinan dalam hal volume smartphone. Tak sanggup dipercaya!
Kita mempunyai beberapa sumber penemuan brilian di dalam Nokia, akan tetapi kita tidak cukup cepat menghadirkannya ke pasar. Kita berpikir bahwa MeeGo merupakan platform yang akan memenangkan posisi kita di pasar smartphone kelas high end. Namun, pada ketika ini, pada final 2011 ini, kita hanya mempunyai satu produk MeeGo di pasar.
Di kelas menengah, kita mempunyai Symbian. Ini terbukti tidak mempunyai daya saing di pasar terkemuka ibarat Amerika Utara. Selain itu, Symbian terbukti mempunyai lingkungan yang sulit dalam hal pengembangan aplikasi serta memenuhi persyaratan konsumen, mengakibatkan kita menjadi lambat dalam pengembangan produk, dan juga membuat kerugian bagi kita ketika berupaya mengikuti platform hardware baru. Akibatnya, bila kita melanjutkan ibarat sebelumnya, kita akan tertinggal ke belakang, sementara para pesaing kita makin jauh depan.
Di kisaran harga lebih rendah, OEM Tiongkok memproduksi perangkat jauh lebih cepat dari – ibarat yang dikatakan salah seorang karyawan Nokia kepada saya – “waktu yang kita perlukan untuk membuat presentasi PowerPoint”. Mereka cepat, mereka murah, dan mereka menantang kita.
Dan yang membingungkan bagi kita ialah bahwa kita tidak bertarung dengan senjata yang tepat. Kita masih terlalu sering mencoba untuk mendekati setiap kisaran harga per produk perangkat.
Perang perangkat sekarang telah menjadi perang ekosistem, yang mana ekosistem tidak hanya meliputi hardware dan software dari perangkat, tapi juga developer, aplikasi, ecommerce, iklan, pencarian, aplikasi sosial, layanan berbasis lokasi, komunikasi terpadu, dan banyak hal lainnya. Para pesaing kita tidak mengambil alih pangsa pasar kita dengan perangkat; mereka mengambil alih pangsa pasar kita dengan seluruh ekosistem! Ini berarti kita harus menetapkan bagaimana cara kita membangun, mengkatalisasi, atau bergabung dengan sebuah ekosistem.
Ini ialah salah satu keputusan yang perlu kita ambil. Sementara itu, kita terus kehilangan pangsa pasar, kita kehilangan sekutu, dan kita kehilangan waktu.
Pada hari Selasa lalu, Standard & Poor mengabarkan kepada kita bahwa mereka akan memperlihatkan rating A untuk jangka panjang dan A-1 untuk jangka pendek dalam hal pantauan kredit negatif. Ini ialah rating serupa yang diberikan oleh Moody ahad lalu. Pada dasarnya, ini berarti bahwa selama beberapa ahad mereka akan menganalisis Nokia dan menetapkan penurunan rating kredit yang mungkin terjadi terhadap Nokia. Mengapa forum kredit ini memberlakukan perubahan tersebut? Karena mereka khawatir menyaksikan daya saing kita.
Preferensi konsumen terhadap Nokia telah berkurang di seluruh dunia. Di Inggris, merek kita tergelincir ke angka 20%, yang mana lebih rendah 8% dibandingkan tahun lalu. Ini berarti hanya 1 dari 5 orang di Inggris yang bersedia memakai merek Nokia. Preferensi merek kita juga turun di pasar-pasar lain, yang mana secara tradisional ialah benteng kita: Rusia, Jerman, Indonesia, Uni Emirat Arab, dan seterusnya dan seterusnya.
Bagaimana kita hingga ke titik ini? Mengapa kita jatuh ke belakang sementara dunia di sekeliling kita terus maju ke depan?
Inilah yang sedang saya coba pahami. Saya meyakini bahwa paling tidak ini juga dipengaruhi oleh sikap kita di dalam Nokia. Kita ikut serta menuangkan bensin ke atas ‘gedung kita yang sedang terbakar’. Saya meyakini bahwa kita kekurangan akuntabilitas dan kepemimpinan untuk menyelaraskan dan mengarahkan perusahaan dalam waktu yang kacau ini. Kita melaksanakan serangkaian kesalahan. Kita tidak menghadirkan penemuan cukup cepat. Kita tidak berkolaborasi secara internal.
Nokia, bangunan kita sedang terbakar.
Kita sedang berupaya membangun jalan ke arah masa depan — sebuah jalan untuk membangun ulang kepemimpinan pasar kita. Saat taktik gres ditetapkan pada 11 Februari, diharapkan sebuah upaya yang besar untuk mentransformasikan perusahaan kita. Tapi saya meyakini bahwa bersama-sama, kita sanggup menghadapi tantangan di hadapan kita. Bersama, kita sanggup menentukan untuk menentukan masa depan kita.
Bangunan yang terbakar, yang dihadapi oleh laki-laki dalam dongeng saya tadi, mengakibatkan laki-laki tersebut mengubah perilakunya, dan mengambil sebuah langkah yang nekad dan berani ke masa depan yang tak pasti. Dia sanggup menceritakan kisahnya. Kini kita mempunyai peluang untuk melaksanakan hal yang sama.
Stephen.
Keputusan telah diambil, pasukan telah dibariskan, Nokia telah menyatu dan bersedia untuk mengambil tindakan selanjutnya sesuai dengan kode Stephen Elop. Pada tanggal 11 Februari 2011, Elop membalas twit Gundotra:
@cheureux Or this: Two bicycle makers, from Dayton Ohio, one day decided to fly. #NokMsft #feb11
— Stephen Elop (@selop) February 11, 2011
PS: Twit dari Elop tersebut mengacu pada Wright brothers, pembuat pesawat terbang pertama, yang berangkat dari pembuat sepeda. Mereka berdua meraih kesuksesan, dan namanya dikenang sepanjang masa oleh dunia.
Keputusan Nokia bergabung dengan Microsoft terperinci memantik reaksi yang dahsyat dari seluruh penjuru dunia, termasuk dengan aneka macam perusahaan Fortune 500. Ikuti kegemparan selanjutnya dalam Kisah Silicon Valley #48: Awal Pelayaran Nokia dengan Windows Phone.
Referensi:
Nykanen, Pekka & Salminen, Merina. (2015). Operatioo Elop. Nokian matkapuhelinten viimeiset vuodet.
Sumber: https://winpoin.com/
0 Response to "Kisah Silicon Valley #47 – Heboh Surat ‘Motivasi’ Elop"
Post a Comment