Kisah Pilu Dibalik Pembuatan Baterai Smartphone Microsoft, Apple, dan Samsung

Kisah Pilu Dibalik Pembuatan Baterai Smartphone Microsoft dan Apple Kisah Pilu Dibalik Pembuatan Baterai Smartphone Microsoft, Apple, dan Samsung

Sama menyerupai di Indonesia dulu, ketika supplier timah untuk Apple ternyata banyak memperkerjakan anak di anak-anak dan beritanya meluas sampai ke seluruh dunia, sekarang momen yang sama terulang lagi.

Kali ini terjadi di Republik Congo. Dimana Congo Dongfang Mining yang merupakan anak perusahaan dari Zhejiang Huayou Cobalt Ltd, memperkerjakan anak dibawah umur, termasuk juga yang masih berusia 7 tahun, untuk menambang materi baterai lithium-ion.

Congo Dongfang Mining merupakan supplier materi baterai yang dipakai oleh smartphone buatan Apple, Microsoft, Samsung, Dell, HP, Huawei, Lenovo, LG, serta tidak menutup kemungkinan juga merupakan supplier bagi manufaktur lainnya.

Hal ini sesungguhnya memang tidak ada hubungannya secara pribadi dengan Apple, Microsoft, ataupun Samsung. Hanya saja nama besar mereka langsung menarik dan menyita perhatian dunia ketika menentukan untuk bekerja sama dengan perusahaan yang dianggap kurang manusiawi itu.

Anak berumur 7 tahun ini menambang 12 jam setiap hari, dengan honor rata-rata $2 (sekitar 30 ribu rupiah) per hari. Satu hal yang lebih memilukan, semenjak September 2014 dikabarkan sudah ada 80 pekerja tambang yang meninggal ketika bekerja, dan mayatnya dibiarkan saja di lokasi tambang, kering terbakar panas disana.

Menurut data tahun 2014, ada sekitar 40.000 anak dibawah umur yang diperkerjakan di tambang Congo dengan honor yang sangat rendah.

Tekanan untuk bersaing harga dan mendapat laba semaksimal mungkin menciptakan manufaktur seringkali mencari supplier yang bisa memperlihatkan dengan harga murah. Tetapi murahnya harga yang mereka tawarkan kadangkala berimbas kepada rendahnya honor serta kepedulian bagi karyawan.

Di atas kertas, Perusahaan multinasional memang selalu berkata tidak akan toleransi dengan acara memperkerjakan anak dibawah umur. Tetapi dalam banyak perkara juga mereka enggan menginvestigasi apa yang terjadi di partner supplier mereka, meskipun memang harus diakui tidak mudah untuk meneliti satu per sat supply chain bagi perusahaan raksasa sekelas Microsoft, Apple, Samsung, dsb yang supplier nya tersebar di aneka macam negara.

Bagaimana balasan kau atas fenomena ini? Bagikan pendapat kau disini.

via amnesti internasional (pdf)


Sumber: https://winpoin.com/

0 Response to "Kisah Pilu Dibalik Pembuatan Baterai Smartphone Microsoft, Apple, dan Samsung"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel