Tips Fotografi Lumia: 5 Tips Dasar Fotografi yang Dapat Diterapkan pada Lumia
Lumia yakni racun! Dalam artian positif berbaur negatif, menyerupai kau merasa bahwa bibir mantan yakni racun yang mematikan [maksudnya mungkin saat mantan berkata-kata atau memakai bibirnya untuk… errr… makan es krim?…] Sebelum memakai Windows Phone, saya awam sekali dalam hal fotografi, dan hanya sanggup pasang senyum semanis mungkin saat teman-teman membahas istilah-istilah dalam bahasa Neptunus menyerupai ISO, shutter speed, exposure, focal length, dan sebagainya. Namun saat saya mulai memotret dengan kamera Lumia, ternyata berbagai prinsip fotografi yang sanggup diaplikasikan – terutama alasannya yakni Lumia (dan Windows Phone secara umum) memperlihatkan kebebasan seluas mungkin untuk mengatur proses pemotretan. Bahkan setelahnya Windows Phone juga mempunyai banyak aplikasi handal untuk mengolah foto.
Saya pun mulai keranjingan mencar ilmu (masih terus mencar ilmu sih), dan karenanya saya sanggup membagikan 5 prinsip dasar fotografi yang sanggup diaplikasikan pada Windows Phone ini kepada teman-teman sekalian. Berikut ini prinsip-prinsip tersebut!
1. Perhatikan metering
Metering yakni istilah fotografi terkait cara kamera memilih exposure atau kecahayaan. Hal ini meskipun utamanya dipakai dalam trik memotret memakai DSLR, namun sanggup dipakai pada kamera digital. Prakteknya, saat kita memotret sebuah objek yang berada bersahabat objek lain yang mempunyai kecahayaan lebih, maka lebih baik fokus kita arahkan atau sentuhkan pada bab yang kurang cahaya. Sehingga kedua objek tadi akan mempunyai tingkat kecahayaan yang tidak ‘jomplang’ atau berbeda jauh.
Kalau kau lihat pada gambar di atas, terlihat bahwa layar monitor yang menyala mempunyai ‘cahaya berlebih’ sehingga area di sekitarnya menjadi gelap. Dengan demikian, maka fokus digital harus kau arahkan pada bab meja yang gelap (dengan “tap to focus” pada layar ponsel), sehingga nantinya kau akan memperoleh gambar dengan bab bawah monitor cukup jelas. Apalagi kalau objek yang ingin kau potret terletak di sekitar meja, contohnya kertas yang tampak pada gambar di atas.
Itu hanya teladan kecil. Pada dasarnya keahlian metering ini akan membuat gambar dengan kecahayaan yang seimbang serta gambar yang lebih tajam.
2. Rule of Thirds
Rule of Thirds merupakan prinsip komposisi fotografi yang cukup terkenal. Prinsip dasar hukum ini intinya membagi sebuah gambar menjadi 9 bab (seperti pada gambar). Ketika kau menatap viewfinder, maka kau sanggup mengatur pemosisian objek yang ingin kau potret. Komposisi yang terbaik yakni meletakkan gambar memotong garis vertikal sempurna di tengah. Akan lebih baik lagi kalau titik tengah objek berada pada titik persilangan antara garis vertical dan horizontal.
Meskipun demikian, tidak berarti bahwa objek yang kau letakkan sempurna di bidang tengah akan dianggap buruk dalam fotografi. Ini hanya akan membantu kau menyusun komposisi yang manis dan tepat, utamanya kalau kau mempunyai satu objek di sebuah bidang pemandangan yang luas (gambar pemandangan dan sebagainya).
3. Memotret dengan stabil
Memotret dengan stabil akan memastikan hasil foto kau jernih dan fokus. Bila kau bermain-main dengan shutter speed, pastikan bahwa setting shutter speed kau tidak lebih lambat 1/60, alasannya yakni ini yakni shutter speed paling lambat yang sanggup ditangani oleh genggaman tangan biasa (tanpa tripod). Lebih lambat dari itu, kau sulit mendapat gambar yang fokus alasannya yakni getaran pada tangan. [Perlu dicatat bahwa sestabil apa pun kau memegang kamera, tanganmu masih bergetar halus alasannya yakni denyut nadi]
Salah satu tips untuk mendapat kestabilan ini yakni menahan nafas saat kau sedang memotret. Ini akan membantu kau untuk menjaga kestabilan pegangan tangan.
4. Mainkan Fokus
Perhatikan apakah objek yang kau bidik itu jauh atau dekat. Memotret objek yang dekat, dengan adanya ruang kosong di belakang, bila kau mengatur fokus manual ke dekat, maka kau akan mendapat ‘bokeh’ yang bagus.
Istilah ‘bokeh’ atau selective focus yakni foto yang mempunyai bidang fokus tipis dan dikelilingi area kabur yang indah. Asal kata ‘bokeh’ ini berasal dari bahasa Jepang yang berarti ‘menjadi kabur’. Asal kau mempunyai kamera yang fokusnya sanggup diatur manual, kau bias mendapat hasil gambar menyerupai teladan di atas. PS: Itu hanya diambil dengan Lumia 625 loh. Dengan seri Lumia yang lebih tinggi, kau semestinya sanggup memperoleh hasil lebih optimal!
5. Sebisa mungkin jangan memakai ISO tertinggi
Menggunakan ISO yang tinggi pada situasi kurang cahaya akan menghasilkan gambar yang lebih terang, akan tetapi akan menjadikan lebih banyak noise. Oleh alasannya yakni itu, tips dasar fotografi menyarankan, jika berada dalam situasi low light, jauh lebih baik kalau kau tidak memanfaatkan ISO yang tinggi. Lebih baik mengutamakan gambar tetap jernih. Sedangkan untuk mencerahkan gambar, kau sanggup memakai software pemrosesan menyerupai Photoshop. Hasil yang terang lebih gampang didapatkan dibandingkan harus memperbaiki noise pada foto.
Demikianlah tips-tips dasar fotografi yang sanggup kau aplikasikan pada kamera Lumia kamu. Pada dasarnya sih, ini berlaku pada semua kamera digital. Hehe… Punya tips lainnya? Sumbangkan pendapat kau pada kolom komentar!
Sumber: https://winpoin.com/





0 Response to "Tips Fotografi Lumia: 5 Tips Dasar Fotografi yang Dapat Diterapkan pada Lumia"
Post a Comment