Kisah Silicon Valley #95 – Mobil Listrik untuk Masa Depan Lebih Cerah

Dunia heboh ketika Elon Musk menimbulkan paten Tesla terkait kendaraan beroda empat listriknya sebagai  Kisah Silicon Valley #95 – Mobil Listrik untuk Masa Depan Lebih Cerah

Dunia heboh ketika Elon Musk menimbulkan paten Tesla terkait kendaraan beroda empat listriknya sebagai “open-source”, dalam artian semua orang bebas mengakses dan memakai paten tersebut sebagai landasan untuk menciptakan produknya. Pers bertanya-tanya, mengapa ia seakan tidak peduli pada ‘keuntungan kompetitif’-nya dalam persaingan teknologi dengan perusahaan lain. “Memang ini merugikan kami. Tesla hanyalah perusahaan kecil yang maksimal hanya bisa memproduksi 9 juta kendaraan beroda empat setahun,” ujar Musk kalem. “Tapi kami ingin semoga perusahaan lain sanggup mengejar kami secara teknologi. Tujuan utama Tesla ialah mempercepat tersedianya transportasi dengan sumber daya terbarukan yang lebih sehat bagi bumi dibandingkan minyak mentah.”

 

Mobil dengan Tenaga Baterai Hape?

Dunia heboh ketika Elon Musk menimbulkan paten Tesla terkait kendaraan beroda empat listriknya sebagai  Kisah Silicon Valley #95 – Mobil Listrik untuk Masa Depan Lebih Cerah
J.B Straubel via Getty Images

Sudah menjadi harapan masa kecil Elon Musk untuk menjelajah luar angkasa dan menemukan sumber-sumber energi baru. Namun ia tidak menyangka bahwa ini akan terjadi lebih cepat ketika ia bertemu dengan J.B. Straubel. Cicit pendiri Straubel Machine Company ini mempunyai minat besar terhadap pengembangan energi gres (seperti halnya Elon Musk). Pertemuan Straubel dengan Elon Musk sedikit unik. Pada ketika itu Straubel yang kuliah di Stanford tergila-gila pada sumber daya alternatif. Dia bersama timnya, sekelompok anak geek dari Stanford, melaksanakan balapan kendaraan beroda empat tenaga surya menempuh 2300 mil dari Chicago ke Los Angeles. Straubel (yang merupakan anak orang kaya), bahkan memperlihatkan kawasan tinggal untuk teman-teman yang sevisi dengannya. Jadilah rumah Straubel kawasan berkumpul tim penggemar tenaga surya. Mereka kemudian menyebarkan inspirasi untuk memakai baterai lithium ion guna menyimpan tenaga dari matahari, untuk kemudian dipakai sebagai sumber tenaga pelopor mobil. Bukan hanya sekedar mempercakapkan teori, Straubel dan kru kendaraan beroda empat tenaga suryanya kemudian membangun sebuah kendaraan beroda empat listrik dengan tenaga pelopor dari baterai lithium ion. Desain kendaraan beroda empat tersebut sangat aerodinamis dan keren. Rencana awalnya, kendaraan beroda empat ini hanya dipakai untuk balapan kendaraan beroda empat tenaga surya sebagaimana yang biasa mereka lakukan.

Sayangnya, bahan-bahan prototype mobil ini sangat mahal dan bahkan Straubel dengan uang sakunya yang sangat besar pun kesulitan untuk menciptakan prototype kendaraan beroda empat dengan tingkat kerumitan ibarat ini. Mahasiswa Stanford yang lain oke untuk membantu Straubel menciptakan kendaraan beroda empat tersebut bila Straubel bisa mengatasi dilema dana. Straubel pun berupaya menggalang dana dan meminta pertolongan banyak investor. Sayangnya, tidak ada yang tertarik pada rencana ‘membuat kendaraan beroda empat bertenaga surya tipe gres untuk balapan’. Pada ekspresi dominan gugur tahun 2003, Straubel bertemu Elon Musk.

“Semua orang bilang kalau saya gila, tapi Elon sangat menyukai inspirasi saya,” ujar Straubel. Elon tertarik pada konsep Straubel memakai baterai lithium ion untuk menjalankan sebuah mobil, serta bagaimana baterai ini akan menyimpan tenaga surya. Dengan sistem kelistrikan yang telah dirancang Straubel dan timnya, maka kendaraan beroda empat ini bisa bersaing dengan kecepatan kendaraan beroda empat umum. Elon Musk menjanjikan untuk mengatakan dana sejumlah USD 10.000 untuk proyek Straubel. Sebuah jumlah yang masih jauh dari anggaran ideal Straubel, tapi ini ialah jumlah uang terbesar yang diterima Straubel dari seorang investor.

Setelah pertemuan dengan Elon, Straubel menghubungi temannya di perusahaan kendaraan beroda empat listrik AC Propulsion, Los Angeles. Straubel kemudian memperlihatkan kendaraan beroda empat listrik yang diproduksi AC Propulsion, meminta Elon Musk untuk menilainya. Straubel ingin melaksanakan peningkatan terhadap karya AC Propulsion ini dengan menambahkan baterai lithium ion ke dalam denah pengoperasian kendaraan beroda empat tersebut. Produk tersebut berjulukan tzero (dari t-zero). Ketika pertama kali mencobanya, Elon Musk eksklusif merasa jatuh cinta. Selama ini Musk memang menyukai mobil-mobil mewah, dan ia merasa bahwa karya AC Propulsion ini mempunyai kenyamanan yang serupa meskipun sumber tenaga pelopor utamanya ialah listrik! Tzero bisa mengebut ibarat layaknya kendaraan beroda empat biasa, dengan desain yang sangat cantik, sehingga Musk merasa produk ini sangat inspiratif. Selama berbulan-bulan kemudian Musk memperlihatkan untuk mendanai upaya untuk mengubah kendaraan beroda empat percobaan tersebut menjadi kendaraan yang lebih komersial, akan tetapi nampaknya AC Propulsion menganggap hal tersebut jelek untuk bisnis sehingga tidak berani mengerjakannya.

Dunia heboh ketika Elon Musk menimbulkan paten Tesla terkait kendaraan beroda empat listriknya sebagai  Kisah Silicon Valley #95 – Mobil Listrik untuk Masa Depan Lebih Cerah
via Cleantechnica

Di lain pihak, Straubel sangat tertarik untuk menyempurnakan kendaraan beroda empat listrik buatan AC Propulsion tersebut dengan konsep baterai lithium ion buatannya. “Saya heran, orang-orang di AC Propulsion mati-matian ingin menjual inspirasi kendaraan beroda empat yang mereka beri nama eBox yang kelihatan buruk, padahal Musk dan saya menyukai tzero dan serius ingin mengubahnya menjadi sesuatu yang bisa dijual.” Ujar Straubel. Elon Musk yang setuju dengan Straubel atas tzero kemudian mendanai anak muda itu, bahkan untuk melaksanakan hal yang lebih jauh dibandingkan sekedar ‘proyek ilmiah’ belaka.

 

Tesla Motor dengan Karyawan ‘Seadanya’

Dunia heboh ketika Elon Musk menimbulkan paten Tesla terkait kendaraan beroda empat listriknya sebagai  Kisah Silicon Valley #95 – Mobil Listrik untuk Masa Depan Lebih Cerah
Eberhard & Tarpenning via Cleantechnica

Di ketika yang bersamaan, dua orang pebisnis, Martin Eberhard dan Marc Tarpenning dari California Utara, nampak tertarik juga oleh konsep Straubel yang ingin menjalankan kendaraan beroda empat listrik dengan baterai lithium ion. Mereka ialah pendiri NuvoMedia di tahun 1997 yang produknya merupakan salah satu reader buku digital pertama sebelum Kindle dan iPad populer. Pada tanggal 1 Juli 2003, Eberhard dan Tarpenning mendirikan perusahaan gres yang mereka namakan Tesla Motor (Mereka berdua menggemari Nikola Tesla dan merasa bahwa nama itu keren). Mendengar bahwa Straubel ingin mewujudkan sebuah konsep kendaraan beroda empat listrik yang keren dengan dukungan baterai lithium ion, apalagi Straubel didukung oleh Elon Musk, Eberhard dan Tarpenning eksklusif menemui Straubel untuk menyatakan ketertarikannya pada konsep Straubel. Mereka menjanjikan dukungan penuh kepada Straubel untuk menuangkan konsepnya melalui perusahaan kendaraan beroda empat listrik mereka. Ketertarikan Elon Musk pada konsep kendaraan beroda empat listrik ini menimbulkan Eberhard dan Tarpenning menginginkan Musk untuk menjadi investor mereka juga. Tentu saja dengan langkah ini, dua tiga pulau terlampaui. Jika berhasil menarik minat Straubel untuk mewujudkan konsepnya melalui Tesla Motor, ada harapan untuk mendapat dukungan Elon Musk sebagai investor juga.

Sebenarnya Tesla Motor sendiri juga merupakan perusahaan yang gres merangkak. Jika dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan kendaraan beroda empat di Detroit (yang merupakan sentra industri kendaraan beroda empat Amerika), cara kerja Tesla niscaya akan menciptakan insinyur-insinyur di Detroit pingsan kejang-kejang. Meskipun demikian, Eberhard dan Tarpenning, yakin bahwa mereka punya potensi. Visi mereka serupa dengan Straubel untuk memproduksi kendaraan beroda empat listrik yang keren.

Saat berbicara dengan Musk, gres kelihatan visi mereka sedikit jomplang dibandingkan dengan pemilik SpaceX itu. Elon Musk membahas mengenai kemungkinan menemukan alternatif materi bakar sehingga mengurangi tingkat ketergantungan energi AS, sementara Eberhard dan Tarpenning hanya ingin memproduksi kendaraan beroda empat keren. ”Musk ialah pribadi yang mengerikan. Dia bahkan ingin mengubah keseimbangan penggunaan energi di seluruh negara!” ujar Eberhard. Tidak bertele-tele, Elon Musk eksklusif menggelontorkan dana sebesar USD 6,5 juta. Di skala Silicon Valley, itu hanya ‘uang receh’. Namun ini sudah cukup untuk menimbulkan Musk menguasai lebih dari 50% saham Tesla, sehingga dialah yang kemudian menjadi pemegang saham terbesar Tesla!

Seperti halnya yang dilakukan pada SpaceX sebelumnya, ketika menguasai sebagian besar saham Tesla Motor, prioritas Musk ialah menimbulkan kantor dan bengkel Tesla representatif serta bisa mengakomodasi visi besar Tesla Motor. Elon Musk merombak kantor dan memesan perangkat komputer gres dari Dell (dengan diskon khusus alasannya ialah Michael Dell berteman baik dengan Elon Musk).

Ide dasar prototype kendaraan beroda empat listrik mereka cukup sederhana. Tesla akan membeli tzero, kemudian berupaya memindahkan mesin dan sistemnya ke bodi Lotus Elite. Sementara itu Straubel akan berupaya untuk mewujudkan mimpinya untuk menciptakan kendaraan beroda empat bertenaga baterai lithium ion. Engineer di Tesla Motor mendukung sepenuhnya inspirasi ini dengan berupaya memasang komponen yang dibutuhkan serta menata konfigurasi yang sempurna untuk proyek ini. Memasangkan sebuah baterai untuk menjalankan mobil, tentu saja akan menimbulkan baterai ini menjadi cepat panas. Para insinyur kendaraan beroda empat ini harus memikirkan cara untuk mengatasi hal ini, selain itu juga menyesuaikan mesin dengan bodi Lotus ini juga cukup menyulitkan. Selain itu pak baterai yang sudah dirancang juga perlu diadaptasi agar  sanggup dimanfaatkan di kendaraan beroda empat ini dengan baik. Semua kesulitan ini diatasi satu per satu dengan sabar baik oleh Straubel maupun tim Tesla. Elon Musk yang mempelajari sistem kendaraan beroda empat listrik sesudah mempunyai perusahaan ini juga aktif mengungkapkan ide-idenya.

Pada Juli 2006, Tesla mengumumkan kepada dunia mengenai apa yang dikerjakannya, sekaligus memamerkan prototype produknya – EP2, yang berwarna merah dan hitam. Pameran prototype produk ini dihadiri oleh Gubernur California Arnold Schwarzenegger dan mantan CEO Disney, Michael Eisner. Selebriti dan petinggi-petinggi perusahaan ini bergantian mencoba roadster produk Tesla dan memperlihatkan ketertarikannya meskipun terang kendaraan beroda empat ini masih mempunyai dilema dengan overheating.

Dunia heboh ketika Elon Musk menimbulkan paten Tesla terkait kendaraan beroda empat listriknya sebagai  Kisah Silicon Valley #95 – Mobil Listrik untuk Masa Depan Lebih Cerah
Tesla EP2 via Tesla

Pengembangan inspirasi Elon Musk seolah tidak pernah berhenti. Untuk mengatasi dilema pengisian baterai Tesla, ia membangun stasiun charger khusus, dan untuk bisa menyuplai baterai bagi Tesla, Elon kemudian membangun pabrik baterai khusus yang nantinya juga akan terkenal di seluruh dunia. Ikuti perjuangannya dalam Kisah Silicon Valley #96 – Perjuangan ‘Menjual’ Tesla.

 

 

Referensi

Loudenback, Tanza. (2018). Elon Musk is worth about $23 billion and has never taken a paycheck from Tesla — here’s how the notorious workaholic and father of 5 makes and spends his fortune. Business Insider.

Vance, Ashlee. (2017). Elon Musk, Tesla, SpaceX and the Quest for a Fantastic Future

Weinberger, Matt. (2017). The incredible story of Elon Musk, from getting bullied in school to the most interesting man in tech. Business Insider


Sumber: https://winpoin.com/

0 Response to "Kisah Silicon Valley #95 – Mobil Listrik untuk Masa Depan Lebih Cerah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel