Kisah Silicon Valley #93 – Boss PayPal Mafia

Dia selalu bekerja dari pemahaman realita yang berbeda dari kami semua Kisah Silicon Valley #93 – Boss PayPal Mafia

“Dia selalu bekerja dari pemahaman realita yang berbeda dari kami semua,” ujar Ankenbrandt, salah seorang karyawan awal X.com. “Dia hanya berbeda dibandingkan kami semua” Ankenbrandt memperlihatkan seberapa besar dampak Elon Musk, terutama dalam hal mengatakan visi dan arah jalan yang terang dalam startup yang didirikannya, X.com, yang kemudian bermetamorfosis platform yang mengatakan Elon kesuksesan dahsyat: PayPal.

 

Startup Pertama Elon Musk

Dia selalu bekerja dari pemahaman realita yang berbeda dari kami semua Kisah Silicon Valley #93 – Boss PayPal Mafia

Elon Musk segera mendapati bahwa di Silicon Valley terdapat peluang yang selama ini beliau cari, dan merupakan daerah yang bisa mewujudukan ambisi-ambisinya. Setelah lulus, beliau berniat untuk mengejar gelar doktor di jurusan sains dan fisika materi di Stanford, sekaligus mengejar kesuksesan di Silicon Valley. Ide bisnis internet Musk yang pertama tiba dari seorang salesman Yellow Pages. Pada tahun 1990-an, alasannya belum ada telepon seluler, maka sebagian besar orang memakai telepon rumah, dan ini menjadikan perusahaan telepon menjual sebuah buku daftar nama urut alfabelt telepon orang di seluruh kota. Sebagian dari buku tebal itu berisi iklan aneka macam perjuangan yang sanggup dihubungi melalui telepon. Halaman iklan itu berwarna kuning sehingga kesannya buku telepon tersebut terkenal dengan sebutan Yellow Pages. Salesman Yellow Pages bertugas menjual slot iklan tersebut kepada daerah perjuangan yang ingin memasang iklan di buku telepon tersebut. “Akan menarik kalau ada daftar nomor telepon orang seluruh kota dalam sebuah website, disertai iklan menyerupai di Yellow Pages.” Kata sang Salesman kepada Elon. Ide ini menjadikan Elon tertarik. Dia kemudian mengajak saudaranya, Kimbal, untuk bahu-membahu mewujudkan ini. Dua bersaudara tersebut kemudian mendirikan Global Link Information, sebuah startup yang kemudian berganti nama menjadi Zip2.

Sebenarnya, mereka berdua masih meraba-raba bagaimana mengatakan nilai sebuah web yang menyerupai daftar Yellow Pages kepada masyarakat. Elon dan saudaranya berharap bahwa mereka sanggup meyakinkan restoran-restoran, toko pakaian, salon, dan sebagainya, untuk menjadikan diri mereka lebih terkenal melalui internet. Zip2 akan membuat direktori yang sanggup dicari, berisi aneka pelaku bisnis, sehingga orang sanggup dengan gampang mencari barang atau layanan jasa tertentu. Saat presentasi kepada kalangan pebisnis setempat, Elon memakai pemesanan pizza sebagai pola kasus. “Misalnya Anda ingin memesan pizza. Akan menyenangkan kalau kita tahu pizza terdekat dan nomor teleponnya, sehingga nantinya kita sanggup menghubunginya dan menghemat waktu pengiriman.” (Saat ini mungkin wangsit tersebut telah diwujudkan oleh Google Maps dan spesifik di Indonesia: Gojek!)

Duo ini sangat dicintai oleh karyawan Zip2. Jeff Heilman, seorang karyawan Zip2 memuji antusiasme Kimbal, “Kimbal Musk yaitu seseorang yang sangat optimis. Dia sangat pintar menjadikan para karyawan bersemangat.” Sementara itu yang beliau kenang ihwal Elon, tidak mengejutkan, yaitu ‘gila kerja’-nya. “Elon Musk kelihatannya tidak pernah meninggalkan kantor. Dia tidur, bahkan hingga membawa sebuah kantung tidur, di sebelah mejanya. Hampir setiap hari saya tiba pada pukul 7.30 pagi dan beliau akan tidur di kantung tidur itu.” Ujar Heilman. “Bahkan mungkin beliau juga ada di sini sepanjang simpulan pekan.”

Di Zip2, Elon bertanggung jawab untuk urusan koding, sementara Heilman menjadi sales leader. Interaksi keduanya memang agak jarang alasannya Elon sendiri cenderung suka menghabiskan waktu seorang diri, dan mereka berdua punya kiprah berbeda. Meskipun demikian, karyawan lain terang melihat kerja keras Elon, alasannya kapan pun mereka tiba ke kantor, hampir niscaya mereka bisa menemukan Elon di sana.

Hal lain yang menjadikan karyawan bersemangat yaitu bagaimana Elon terus menerus meningkatkan performa software dan webnya. Mereka bahkan mempunyai ‘superkomputer’ sendiri. Sebuah komputer berspek tinggi yang amat jarang dimiliki oleh startup yang gres berdiri. Elon yang memang nerd menghabiskan banyak dana untuk superkomputer tersebut. Untunglah investor justru menganggapnya sebagai tindakan yang menakjubkan. Mereka menilai bahwa Elon memang serius dengan bisnis ini dan berambisi untuk menjadi yang terbaik. Investasi pun mengalir deras.

Pada awal 1996, tidak hingga satu tahun semenjak didirikan, Zip2 mengalami perubahan masif. Perusahaan Venture Capital Mohr Davidow Ventures memantau bagaimana beberapa ‘anak dari Afrika Selatan’ berjuang untuk membuat Yellow Pages versi internet. Mereka menemui Elon dan Kimbal Musk untuk menjajaki kemungkinan kerja sama. Elon mengatakan presentasi yang sangat memikat, hingga Mohr Davidow tidak sanggup menolak dan berinvestasi sebesar USD 3 juta ke perusahaan tersebut. Dana ini dimanfaatkan secara maksimal oleh Zip2 untuk meningkatkan jangkauan susukan web mereka dan meningkatkan teknologi. Zip2 bahkan menyewa sebuah ruangan kantor gres di 390 Cambridge Avenue, Palo Alto. Kedua bersaudara Musk itu juga mempekerjakan beberapa karyawan baru, programmer yang lebih hebat daripada Elon. Meskipun Elon sangat menyayangi aktivitas coding, tidak terbantahkan bahwa memang beliau bukan coder terbaik. Kekuatan Elon yaitu pada visinya mengenai suatu produk. Dia tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana menyusun sebuah produk. Dengan embel-embel dana ini, Elon kesannya membentuk sebuah ‘pasukan’ yang menjadikan produk web mereka jauh lebih unggul.

Transisi model bisnis dan perusahaan ini merupakan salah satu milestone bagi Elon Musk. Dia mendapatkan kepercayaan diri ekstra dan makin yakin bahwa beliau memang ditakdirkan untuk sukses dalam bisnis ini. The New York Times, Knight Ridder, Hearst Corporation, dan perusahaan media lain tertarik oleh keberadaan Zip2 dan berkontribusi atas pendanaan startup ini. Tak lama, perusahaan ini berhasil mengumpulkan USD 50 juta pendanaan tambahan!

Pada bulan April 1998, Zip2 mengumumkan seni administrasi yang mengejutkan. Perusahaan ini melaksanakan merger dengan pesaing utamanya, CitySearch, dalam sebuah deal yang bernilai sekitar USD 300 juta. Perusahaan gres ini akan dipimpin oleh CEO Richard Sorkin yang lebih berpengalaman. Di sini mulai timbul perpecahan. Akibat merger tersebut, banyak orang-orang di posisi penting Zip2 yang kehilangan jabatan atau bahkan pekerjaan. Ini menjadikan ada kelompok di Zip2 yang getol menolak ‘penyerapan’ Zip2 ke CitySearch. Mereka menginginkan Zip2 tetap ada dan bersaing. Elon yang tadinya mendukung merger ini, kemudian malah berbalik menentangnya dikala mencium gelagat jelek dari para pebisnis berpengalaman di CitySearch. Pada bulan Mei 1998, dua perusahaan ini membatalkan merger. Ini berdampak pada kehilangan uang dalam jumlah besar baik bagi CitySearch maupun bagi Zip2 sendiri. Namun Sorkin terlanjur menetap di posisi CEO Zip2. Elon berupaya mengkudeta Sorkin, namun ditolak oleh dewan direksi perusahaannya sendiri. Sorkin kemudian digantikan oleh CEO baru, Derek Proudian, dan Elon Musk tetap tidak mendapatkan jabatannya kembali.

Meskipun bukan CEO, Musk tetap sosok yang kuat di Zip2. Dia tetap memikirkan banyak sekali hal yang terbaik untuk perusahaan tersebut. Elon Musk ingin berfokus pada konsumen, akan tetapi Proudian tidak sepakat alasannya itu akan menghabiskan banyak uang. Dalam kondisi perusahaan yang terus kehilangan uang, ini sangat tidak ideal. Syukurlah dalam situasi keuangan carut marut tersebut, produsen PC Compaq Computer mengajukan diri untuk ikut berinvestasi di Zip2. Dana yang mereka berikan: USD 307 juta tunai! Elon hingga menyebutnya “uang dari surga” alasannya kehadirannya yang begitu tepat. Tentu saja Dewan Direksi Zip2 pribadi mendapatkan investasi ini dan kesannya alasannya tidak kekurangan dana, maka Elon bebas melaksanakan idenya yang berfokus konsumen. Keuangan Zip2 semakin membaik dengan pendapatan yang terus meningkat. Meskipun demikian, Elon menyadari bahwa beliau seharusnya bisa mengatasi persoalan ini dengan lebih baik. “Saya harusnya lebih sanggup memanajemen karyawan dan keuangan kami dengan lebih baik. Ini yaitu perusahaan pertama saya, dan saya akui saya kurang pengalaman. Namun ini niscaya jadi pelajaran bagi saya untuk bertindak lebih baik lagi.”

 

PayPal Mafia

Dia selalu bekerja dari pemahaman realita yang berbeda dari kami semua Kisah Silicon Valley #93 – Boss PayPal Mafia

Kegilaan kontrol Elon Musk mencapai tahap yang sangat mengganggu. Para programmer mendapati bahwa isyarat yang mereka kerjakan sepanjang hari, ternyata diubah Elon pada malam harinya, dan ini terjadi secara rutin. Masalahnya: Sebenarnya Elon menulis isyarat yang lebih buruk. Ini menjadikan tensi antara Elon Musk dan karyawan-karyawan Zip2 memanas. Pada akhirnya, Elon tetapkan untuk melepaskan kontrolnya di Zip2 dan memperoleh kompensasi penuh untuk itu. Dengan jumlah uang yang dibayarkan kepadanya, sanggup dikatakan bahwa ini terang kesuksesan finansial yang besar! Elon Musk menjadi miliuner gres Silicon Valley.

‘Penjualan’ Zip2 ini juga meningkatkan rasa percaya diri Elon. Dia kemudian terobsesi untuk mencari kesuksesan apa yang selanjutnya perlu untuk dikejar. Dengan jumlah uang yang tersimpan di rekening miliknya di Bank of Nova Scotia, Elon tidak perlu buru-buru, dan beliau memang sangat menikmati itu. Sambil memikirkan ide-ide gres yang sanggup dieksekusi, Elon menikmati gaya hidup glamor di Silicon Valley. Dia bahkan mempunyai keanggotaan tetap di sebuah klub, yang mana beliau tiap sore tiba untuk menikmati kopi khusus dari mesin kopi administrator di klub tersebut, dan menghabiskan waktunya hanya untuk berguru dan memikirkan ide-ide baru. Dia pindah dari apartemen untuk membeli sebuah kondominium, merenovasinya dan menjadikannya daerah tinggal yang mewah. Dia juga membeli sebuah kendaraan beroda empat F1 Mclaren seharga USD 1 juta serta sebuah pesawat kecil. Elon Musk menikmati gaya hidup selebriti dan menjadi bab dari kelompok miliuner gres yang muncul di kurun dot com.

Tidak berapa lama, Elon mendirikan startup gres yang diberi nama X.com. Meskipun terdengar menyerupai kantor audisi porno, ini merupakan perusahaan finansial dengan konsep yang menarik. Elon Musk berupaya untuk membuat sebuah ‘bank online’ di mana para pengguna bisa bertransaksi memakai platform ini, sehingga akan memudahkan mereka untuk melaksanakan transaksi di internet. Belajar dari pengalamannya di Zip2, Musk banyak berinvestasi pada engineer. Karyawan gres di bidang pemrograman terus menerus datang. Elon juga mengurangi keterlibatannya di bidang teknis dan mulai mengatakan lebih banyak kepercayaan kepada karyawannya.

Sebagai bank online, X.com banyak mengatakan laba radikal bagi penggunanya. Pelanggan bisa mendapatkan USD 20 hanya dengan mendaftar dan kemudian mendapatkan USD 10 embel-embel untuk setiap orang yang mereka referensikan untuk memakai platform ini. Bank online ini memperlihatkan peningkatan, akan tetapi dengan cepat juga menarik perhatian para pesaing. Dua orang programmer, Max Levchin dan Peter Thiel membuat platform serupa dengan nama Confinity. Persaingan antara X.com dan Confinity begitu sengitnya sampai-sampai pendiri Confinity ‘pindah kantor’ di bawah kantor X.com. Dia berfokus menyebarkan platform gres berupa sistem pembayaran berbasis Web dan email yang kemudian dikenal sebagai PayPal.

Maret 2000, X.com dan Confinity pada kesannya tetapkan untuk berhenti saling bersaing dan menggabungkan kekuatan untuk menyokong satu platform bank online bersama-sama. Confinity yang lebih mapan, justru kehabisan uang untuk menyokong Riset dan Pengembangannya. Sementara itu, X.com mempunyai cadangan uang lebih banyak berkat keahlian Elon membujuk investor. X.com pada kesannya mengulurkan tangan untuk mendukung Confinity dan PayPal dengan kekuatan finansialnya.

Para karyawan kedua perusahaan ini nampaknya menikmati hal tersebut. Kelompok karyawan X.com kadang kala akan mengunjungi kantor Confinity sambil membawa PC mereka dan kesannya bekerja bahu-membahu di kantor Confinity. Elon Musk bahwasanya bersikeras untuk mempertahankan sistem X.com dalam merger ini. Namun karyawan kedua perusahaan justru lebih tertarik pada PayPal. Mereka meyakinkan Elon bahwa platform ini mempunyai masa depan yang cerah. Desain infrastruktur perusahaan juga menjadikan Elon sering bertengkar dengan orang-orang dari Confinity. Tim Confinity yang dipimpin oleh Levchin lebih menyukai desain infrastruktur open source seperti Linux. Sementara itu Elon Musk semenjak awal lebih banyak memakai perangkat lunak data-center Microsoft untuk menjaga semoga produktivitas mereka tinggi. Perbedaan ini mungkin bagi orang luar terdengar konyol, tapi di kalangan fanatis teknologi menyerupai Musk dan Levchin, ini berarti segala-galanya. Hal yang bahkan kalau perlu dipertahankan dengan perang! Dan benarlah, X.com dan Confinity yang gres saja bergabung harus kehilangan programmer utama mereka, Thiel, yang tidak suka terus-menerus berdebat dengan Elon Musk mengenai hal ini.

Kengototan Elon menjadikan X.com mengalami persoalan teknologi yang menjadikan sistem komputasi gagal mengikuti meledaknya pelanggan yang memakai layanan ini. Seminggu sekali, web perusahaan kolaps dan akhirnya engineer baru harus merancang sistem baru. Perubahan ini menjadikan X.com rentan terkena penipuan. “Kami sering kehilangan uang alasannya hal ini,” ujar Stoppelman, salah seorang karyawan pertama X.com. Ini menjadikan kepercayaan para karyawan X.com terhadap Elon menurun. Mereka bahkan kemudian berkumpul di resto ternama, Fanny & Alexander, untuk merundingkan kemungkinan mengkudeta Elon Musk.

Para karyawan tersebut berhasil meminta Thiel untuk bekerja lagi membesarkan startup ini. Meskipun sering berdebat dengan Elon, kesannya mereka (dalam aura saling membenci yang ketat) berhasil menyelamatkan X.com, Confinity, dan Paypal dari krisis dot com bubble, yaitu rontoknya startup di Silicon Valley alasannya ketidakseimbangan antara uang faktual dan taksiran nilai startup tersebut.

Elon Musk pada kesannya berhasil diyakinkan bahwa PayPal yaitu platform masa depan, sehingga beliau mulai mengikuti langkah Thiel untuk memfokuskan pengembangan PayPal sambil tetap memperkuat platform utamanya, X.Com. PayPal kesannya selamat dari gelembung dot-com, berhasil menjual IPO untuk pertama kalinya dan mengumpulkan pendapatan yang sangat tinggi (selain fakta bahwa kedua tokoh kuat di sana bermusuhan).

PayPal kemudian mewakili sosok platform brilian baik secara bisnis maupun engineering. Musk dan Thiel benar-benar mempunyai pandangan yang tajam untuk merekrut engineer muda berbakat untuk dipekerjakan di PayPal. Nantinya, dunia akan menyaksikan bahwa orang-orang yang sempat ‘membesarkan’ PayPal, akan menikmati sukses besar melalui perusahaan rintisan mereka sendiri, menyerupai YouTube, Palantir Technologies, dan Yelp. Apa yang beda dari PayPal? Rakitan isyarat yang ditulis para programmernya berkualitas tinggi. Bahkan staf PayPal yaitu yang memelopori bagaimana memerangi penipuan online dan menulis isyarat dasar untuk software yang dipakai oleh CIA dan FBI untuk melacak teroris. Selain itu, software tersebut juga dimanfaatkan oleh bank besar dan forum keuangan lain untuk memerangi kejahatan finansial. Karyawan-karyawan super hebat ini, kemudian dikenal dengan julukan: PayPal Mafia!


PayPal kemudian mengatakan kesuksesan besar bagi Elon Musk! Namun beliau tidak berhenti begitu saja. Impian abstrak namun visionernya mengenai antariksa, membawanya mendirikan startup yang berorientasi untuk mengirimkan roket ke ruang angkasa, SpaceX. Ikuti di Kisah Silicon Valley #94 – Wisata Antariksa.

 

 

 

 

 

Referensi

Loudenback, Tanza. (2018). Elon Musk is worth about $23 billion and has never taken a paycheck from Tesla — here’s how the notorious workaholic and father of 5 makes and spends his fortune. Business Insider.

Vance, Ashlee. (2017). Elon Musk, Tesla, SpaceX and the Quest for a Fantastic Future

Weinberger, Matt. (2017). The incredible story of Elon Musk, from getting bullied in school to the most interesting man in tech. Business Insider


Sumber: https://winpoin.com/

0 Response to "Kisah Silicon Valley #93 – Boss PayPal Mafia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel