Kisah Silicon Valley #52 – Windows 10 Mobile, Sebuah Era Baru.

“Kadang ini sangat menyulitkan,” Terry Myerson menghela napas. “Anda harus mempublikasikan sebuah OS dikala Anda kira ini sudah selesai, kemudian Anda mendapatkan masukan, yang lebih ke sebuah protes, dari sana-sini, dan risikonya Anda gres sadar bahwa hal yang Anda kira sudah selesai ternyata rusak.”
Myerson kemudian melanjutkan pentingnya feedback yang disebutnya tadi bagi semua hal yang dihasilkan oleh Microsoft. “Semua masukan itulah yang risikonya membentuk Windows 10!” ujar Myerson mantap.
Satu OS untuk Semua

Microsoft membuatkan Windows 8 dengan penuh percaya diri, tapi ambisi untuk mendorong terwujudnya touch computing tidak berhasil. Microsoft terpaksa mengakui bahwa tingkat kepuasan konsumen yang memakai mouse dan keyboard untuk Windows 8 sangatlah rendah. Start Menu gres yang susah payah dikembangkan oleh Microsoft tidak mendapatkan respon yang diinginkan. “Kami punya keyakinan bahwa kami mempunyai pengguna dalam jumlah besar, yang mana akan memancing developer untuk meletakkan aplikasi di Store alasannya yaitu akan ada undangan wacana itu,” terang Joe Belfiore.
Belfiore kemudian berupaya untuk melaksanakan kustomisasi Windows pada PC, tablet, dan smartphone. Dia menghabiskan waktu bertahun-tahun membuatkan Windows Phone di sisi Myerson. Bagi banyak fans, Belfiore yaitu wajah dari upaya Microsoft di dunia mobile. Microsoft berkali-kali melakukan reset dan membangun ulang OS Windows Phone miliknya (Ini bab yang menyakitkan bagi pengguna). Pengguna Windows Phone 7 tidak sanggup melaksanakan upgrade ke Windows Phone 8, dan perlu waktu usang bagi Windows Phone 8.1 untuk tiba dengan fitur-fitur yang seharusnya sudah ada semenjak awal. Entah Microsoft menyadari atau tidak, ini menurunkan kepercayaan developer. Pergantian yang terus menerus menyebabkan mereka tidak yakin bahwa OS ini cukup berharga untuk diberikan perhatian khusus. Di dikala yang tidak sempurna itu, dikala kepercayaan terus menurun, Microsoft sekali lagi menekan tombol refresh: Mereka menghadirkan Windows 10 Mobile!
Namun kali ini ada yang sedikit berbeda. Salah satu bab ‘janji besar’ Windows 10 adalah, aplikasi yang sama sanggup berjalan di PC, tablet, ponsel, bahkan di konsol Xbox One! Sehingga smartphone buatan Microsoft selanjutnya diperlukan akan mempunyai banyak aplikasi untuk pribadi melejitkan ekosistem. “Kita mempunyai satu operating system yang umum untuk semua tipe perangkat yang kami buat,” kata Belfiore. “Kami sekarang mempunyai barisan perangkat yang semuanya menjalankan inti OS yang sama. Menurut saya, platform ini tidak akan berubah lagi ibarat sebelumnya.”
Ucapan Belfiore memang cukup menyenangkan untuk didengarkan, tapi hal ini tidak membantu proyek Windows Phone! CEO Microsoft, Satya Nadella kemudian mengungkap bahwa perusahaan tersebut tengah merestrukturisasi bisnis ponsel miliknya. Salah satu bagiannya yang kemudian menjadi catatan tersendiri dalam sejarah Microsoft adalah: melakukan write off terhadap pembelian divisi ponsel dan jaringan Nokia senilai USD 7,6 miliar. Selain itu Nadella juga ‘merumahkan’ 7800 pekerja divisi ponsel Nokia (yang sekarang juga menjadi bab dari Microsoft), dan Microsoft berniat untuk memproduksi lebih sedikit model. “Kami akan berfokus pada beberapa perangkat saja, dan ini utamanya kami tujukan bagi kategori konsumen premium,” ujar Terry Myerson. “Arah yang kami tuju yaitu lini merek premium”. Nampaknya Terry merujuk pada perkembangan Microsoft Surface yang sangat positif pada kisaran tahun 2015 tersebut. Di tahun itu, Microsoft Surface Pro 3 mencapai angka penjualan yang sangat fantastis (dibandingkan seri Surface sebelumnya). Ini yaitu perangkat produksi Microsoft yang penjualannya paling memuaskan dan lagi Microsoft juga berhasil mengukir nama di kalangan produsen premium.

Saat ditanya, ibarat apakah perangkat yang tengah diproduksi tersebut, Myerson menawarkan bocoran, “Akan ada yang datang. Mungkin dua, tapi paling sedikit satu perangkat akan kami rilis,” Myerson menyampaikan itu sambil menyembunyikan sebuah ponsel Lumia prototype yang terlihat menonjol di sakunya. “Menurut saya ini yaitu masa depan sebuah smartphone.” Myerson kemudian menyombongkan ponsel tersebut akan mempunyai fitur yang disebut Continuum, sebuah fitur yang memungkinkan ponsel tersebut bertindak ibarat PC. Pengguna akan bisa menyambungkan keyboard, mouse, dan monitor, serta mulai memakai aplikasi dari Windows 10.
Belfiore juga memuji fitur gres yang dikembangkan oleh Microsoft tersebut. “Ponsel yang kami kembangkan ini akan mempunyai fitur yang lengkap. Meskipun demikian, kami akan terus memoles dan memperbaikinya, alasannya yaitu masih banyak hal kecil yang perlu dijelaskan,” ungkap Belfiore. “Kami akan menambahkan fitur-fitur yang akan membantu produktivitas pengguna. Secara umum, fitur yang kami rencanakan tersebut sudah siap.”
Lumia 950 – Ponsel yang Harusnya jadi Pembeda

Pada 6 Oktober 2015, Microsoft menawarkan bukti atas apa yang dijanjikannya dalam serangkaian wawancara dalam sebuah event bertajuk Microsoft Windows 10 Event. Windows 10 memang sudah mulai dirilis semenjak 29 Juli 2015, namun Microsoft belum merilis perangkat yang mewakili kekuatan Windows 10. Di program inilah kemudian mereka memukau mata dunia. Event yang diramaikan tagar #Windows10devices tersebut memamerkan serangkaian perangkat baru: HoloLens, Surface Pro 4, Surface Book, dan dua smartphone gres Microsoft pasca akuisisi divisi ponsel Lumia, yaitu Lumia 950 dan Lumia 950XL! Acara ini sukses besar dan kelak tercatat sebagai program pengenalan perangkat terbaik yang pernah dilakukan Microsoft.
Seluruh blog teknologi mengulas program ini dengan sangat positif. Banyak yang menilai bahwa Microsoft telah kembali pada singgasananya sebagai perusahaan teknologi yang inovatif dan tak takut mengambil risiko. Dunia berdecak kagum menyaksikan Surface Book yang sanggup dengan mulus berkembang menjadi tablet dikala dilepaskan dari keyboardnya, banyak yang terheran-heran menyaksikan pencapaian HoloLens yang terasa ibarat teknologi Alien, menampilkan hologram yang bercampur dengan dunia kasatmata memakai komputer mini yang terpasang ibarat sebuah helm di kepala. Para penggemar ponsel juga heboh menyaksikan ada smartphone yang sanggup berfungsi sebagai PC!
Windows 10 Mobile, menjadi evolusi nama gres dari Windows Phone. Microsoft tetapkan untuk mengembalikan nama Windows Mobile dengan menambahkan elemen Windows 10 ke dalamnya. Microsoft ingin biar penggunanya mempunyai identifikasi yang sama dengan Windows 10, sebuah pesan yang tersirat bahwa Windows 10 Mobile dan Windows 10 menjalankan inti OS yang sama! Dari hasil review beberapa blogger dan pengamat tekno, memang OS yang dijalankan di ponsel kali ini sangat konsisten dengan tampilan Windows 10 di PC. Dari perspektif estetika, untuk pertama kalinya inilah sebuah smartphone mempunyai UI yang begitu selaras dengan OS pada PC. Hal yang tidak sanggup dicapai oleh Apple dengan iOS dan MacOS ataupun Google yang menguasai hampir 90% pangsa pasar smartphone sekalipun!
Belum turun rasa ingin tau terhadap ponsel gres tersebut, Juha Arkalahu, Director camera for phone Nokia (yang sekarang juga berstatus sebagai karyawan Microsoft) kembali memanaskan suasana dengan memposting ‘hal-hal ajaib yang sanggup dilakukan kamera Lumia 950’ di Blog milik Microsoft. Di dunia kamera ponsel, Nokia mempunyai daerah yang spesial. Teknologi mereka yang inovatif selalu ditunggu oleh orang-orang di seluruh dunia, dan memang Nokia selalu bisa memenuhi impian tersebut. Tak terkecuali pada Lumia 950! Smartphone pertama Microsoft sesudah akuisisi divisi ponsel Nokia tersebut mempunyai beberapa kelebihan yang menakjubkan ibarat hasil warna yang alamiah dan detail yang sangat jernih, peningkatan PureView dalam mengambil gambar di situasi minim cahaya, dan juga lampu flash inovatif yang memungkinkan pengguna mengambil gambar yang terang, tapi tidak terlalu terpapar cahaya putih flash. Ini dimungkinkan alasannya yaitu flash milik Lumia 950 (dan 950XL) mempunyai tiga warna yang sanggup digabungkan untuk memperoleh hasil terbaik!
Smartphone ini direncanakan akan mulai tersedia pada bulan November 2015 (sebulan sesudah event). Melihat betapa inovatifnya Microsoft dalam ekspo perangkat tersebut, masa depan Windows 10 terasa cerah. Orang mulai percaya visi Microsoft bahwa OS ini yaitu jawabannya! Developer akan berbondong-bondong menjejali Store dengan aplikasi gres alasannya yaitu fasilitas mengonversi aplikasi ke semua perangkat Windows 10. Smartphone yang berkembang menjadi PC akan mendongkrak produktivitas. HoloLens akan menjadi perangkat Mixed Reality yang membawa abad gres dalam komputasi. Untuk pertama kalinya kita akan mencicipi teknologi hologram yang terasa kasatmata untuk banyak sekali keperluan. Tapi benarkah demikian?
Ikuti bagaimana nasib visi besar Microsoft dan Nokia selanjutnya dalam: Kisah Silicon Valley #53 – Impian Mobile Microsoft yang Tak Sesuai Harapan.
Referensi
Warren, Tom. (2015). The Story of Windows 10 from Inside Microsoft. The Verge
Sumber: https://winpoin.com/
0 Response to "Kisah Silicon Valley #52 – Windows 10 Mobile, Sebuah Era Baru."
Post a Comment