Kisah Silicon Valley #51 – Saga Bonus untuk Elop

Saya akan segera mengundurkan diri sebagai CEO Microsoft Kisah Silicon Valley #51 – Saga Bonus untuk Elop
via Recode

Pada hari Jumat, 23 Agustus 2013, Ballmer menciptakan pernyataan mengejutkan, “Saya akan segera mengundurkan diri sebagai CEO Microsoft. Dalam penyelesaian proses menentukan suksesor, saya akan tetap melanjutkan memimpin Microsoft ke langkah transformasi selanjutnya sebagai perusahaan produsen perangkat dan layanan yang memberdayakan orang di seluruh dunia dengan acara yang paling penting bagi mereka.”

Dalam sesi tanya jawab, seorang wartawan kemudian mengajukan sebuah pertanyaan yang tampaknya juga ada dalam benak setiap orang, “Apakah Stephen Elop juga berpeluang sebagai CEO Microsoft?”

Ballmer nampak terkejut, namun kemudian ia tertawa terbahak-bahak, “Dewan direksi akan melaksanakan suksesi pergantian kepemimpinan secara terbuka. Semua kandidat baik internal maupun eksternal mempunyai peluang yang sama untuk menjadi CEO Microsoft selanjutnya.”

 

Pro Kontra Bonus Stephen Elop

Saya akan segera mengundurkan diri sebagai CEO Microsoft Kisah Silicon Valley #51 – Saga Bonus untuk Elop
via Eye on Windows

Pasca terwujudnya pembelian divisi mobile & service Nokia oleh Microsoft, para jurnalis mulai mengulik-ulik apa saja yang diterima oleh Elop sebagai hasil dari kesepakatan tersebut. Seperti yang sempat disinggung di episode sebelumnya, kesepakatan ini menjadikan Elop ‘berhenti’ sebagai CEO Nokia. Namun berhentinya Elop ini tidak sekedar berhenti, namun menghadirkan konsekuensi finansial yang sangat besar!

Risto Siilasma sendiri menyatakan bahwa ia gres saja tahu bahwa pembayaran Stephen Elop akan menimbulkan ‘brouhaha’ (istilah untuk balasan berlebihan atas sesuatu). Terdapat sebuah klausul yang menyebutkan bahwa kompensasi saham untuk Elop meningkat menjadi 4,2 juta Euro dalam bentuk uang tunai termasuk gaji, bonus, dan suplemen lainnya yang kemudian membengkak menjadi 18,8 juta Euro. Atas desakan Siilasma, bonus ini sebagian besar ditanggung oleh Microsoft, lantaran Nokia sendiri sedang kekurangan dana jikalau harus mengurusi ‘bonus’ yang diterima Elop.

Jumlah tersebut bocor ke publik dan menjadikan kemarahan yang luar biasa. Ini merupakan sesuatu yang dianggap masuk akal mengingat kesan bahwa Elop membawa Nokia ke kehancuran. Majalah Wired menulis headline yang menohok mengenai bonus dan klausul bahwa Elop kembali ke Microsoft: “Microsoft Brings its Trojan Horse Home” alias “Microsoft memulangkan kuda Troya miliknya”.

Siilasma juga melaksanakan blunder dikala mengomunikasikan apa yang diperoleh Elop kepada wartawan. Dia menyatakan bahwa hadiah tersebut ialah didasarkan pada kontrak CEO Elop yang intinya sama dengan Kallasvuo. Akan tetapi sebuah penyelidikan oleh surat kabar terbesar Finlandia, Helsingin Sanomat, mengungkap kebenaran bahwa klausul pembagian saham dan aneka bonus tersebut ialah dikarenakan “pergantian kontrol”, dalam artian: Nokia memaksa bahwa Elop harus berhenti sehingga harus membayar kompensasi yang sangat besar.

Ini menjadi persoalan yang sangat menarik perhatian di Finlandia (karena Nokia ialah pujian Finlandia terhadap dunia), sampai-sampai Menteri Keuangan Finlandia dikala itu, Jutta Urpilainen, harus angkat bicara meminta supaya Nokia menunjukkan klarifikasi mendetail untuk memuaskan publik. Jika memang Elop mendapatkan ganti rugi sebesar itu, perlu dirundingkan kembali atas dasar perjanjian perburuhan dan undang-undang ketenagakerjaan Finlandia, utamanya berdasarkan prinsip: “Tanggung jawab dan moderasi dalam semua praktik santunan hadiah”. Majalah Forbes dari Amerika mengutip pernyataan bahwa jumlah yang dibayarkan kepada Elop ‘benar-benar keterlaluan’.

Menambah pelik situasi, Elop menolak untuk mendapatkan pemotongan dengan alasan yang agak konyol: Pada dikala bonus tersebut diberikan, Elop gres saja berpisah dengan istrinya, Nancy, pada bulan Oktober 2012. Karena tidak ada perjanjian pranikah, maka Nancy berhak atas separuh aset Steven, dan ini ‘terlanjur’ dihitung bersama dengan bonus dikala Elop angkat kaki dari Nokia. Jika Elop mendapatkan pemotongan (yang diusulkan oleh Menteri Keuangan Finlandia) tersebut, maka dikhawatirkan pengacara Nancy akan menuduhnya menghancurkan aset Nancy dan akan menjadikan permasalahan pengadilan semakin pelik.

Beberapa media yang lebih netral menganalisis bahwa permasalahan ini tampaknya terjadi akhir Elop memakai dasar-dasar aturan Amerika dikala menciptakan perjanjian dengan Nokia. Menurut Ketentuan di AS, maka nilai kompensasi untuk CEO perusahaan yang masuk dalam indeks 500 versi Standard & Poor rata-rata ialah USD 10 juta per tahun. Finlandia tidak mengenal konsep ini, sehingga rata-rata masyarakat di Finlandia kaget melihat kompensasi Elop yang begitu besar padahal ia dianggap menjatuhkan perusahaan, bukan menyukseskannya. Beberapa analis memperkirakan bahwa Elop sudah mengincar hal ini semenjak lama. Dengan memakai dasar aturan AS (karena dikala itu Elop ialah warga negara AS), maka berbagai laba yang diperoleh Elop dengan memanfaatkan standar aturan AS tersebut. Ini ialah permainan win-win bagi Elop. Apa pun yang dilakukannya di Nokia, maka tetap saja ia akan memperoleh laba finansial dalam jumlah yang fantastis!

 

Babak Baru Microsoft

Saya akan segera mengundurkan diri sebagai CEO Microsoft Kisah Silicon Valley #51 – Saga Bonus untuk Elop
via TheVerge

Pada dikala mengakuisisi divisi mobile & service Nokia, Microsoft sendiri bahwasanya sedang sibuk. Raksasa Redmond ini sedang dalam transisi kepemimpinan. Steve Ballmer sudah mengungkapkan bahwa ia akan pensiun sesudah menuntaskan transaksi ‘pembelian’ Nokia ini. Calon besar lengan berkuasa penggantinya, Satya Nadella, ialah laki-laki India yang sukses membesarkan sistem Cloud Microsoft. Berkat tangan hambar Nadella, Microsoft menguntit sebagai penyedia layanan Cloud nomor dua di dunia sesudah Amazon. Dengan pertumbuhan profit dari Cloud yang dahsyat, nampaknya susah menghalangi Nadella dari tampuk pimpinan orang nomor satu di Microsoft.

Saat dikonfirmasi wartawan ihwal pembelian Nokia, Nadella tanpa ragu menjawab bahwa Microsoft sudah punya rencana tersendiri dengan pembelian tersebut. “Kami akan melampaui produktivitas. Dengan adanya kekuatan dari hardware mobile, PC, dan sistem yang terintegrasi, ini akan mewujudkan sebuah sistem menyeluruh dari Microsoft.” Ketika wartawan memintanya menunjukkan teladan ihwal ‘produktivitas’ yang dimaksud, Nadella mencontohkan, “Saya sanggup mengambil foto dokumen dengan aplikasi Office Lens dari kamera ponsel, gambar ini akan dikenali OCR, dan kemudian masuk ke OneNote. Dari sini kita sanggup membukanya dengan perangkat apa saja, selama perangkat tersebut memakai OS Windows. Banyak hal yang sanggup kita lakukan dengan ponsel secara luas jikalau memikirkan ihwal produktivitas.”

Pernyataan Nadella ini cukup unik, lantaran sebelumnya, bersama Bill Gates, kepala divisi Cloud Microsoft ini sangat menentang niat Ballmer mengakuisisi Nokia. Nadella dikala itu beralasan bahwa tidak ada untungnya ‘memecah’ fokus Microsoft dengan peluang bisnis sulit dimenangkan dari Apple dan Google.

Daniel Ives, managing director di FBR Capital Markets, mengungkapkan analisisnya bahwa Microsoft memainkan ‘permainan jangka panjang’. “Kita tidak sanggup mengharapkan pembelian ini eksklusif menunjukkan keuntungan. Ini hanya menunjukkan sebuah pondasi yang besar lengan berkuasa bagi Microsoft dalam jangka panjang.”

Beberapa analis keuangan juga menilai bahwa pembelian ini masih ‘masuk akal’. Dengan share profit, maka Microsoft berhak atas laba yang diterima dari seluruh penjualan ponsel Nokia, termasuk feature phone yang masih sangat kuat, terutama di negara berkembang. Sementara itu, Nokia sendiri mendapatkan ‘uang segar’ untuk membiayai semua utang yang disebabkan biaya pengembangan dan penelitiannya.

Namun Nadella bahwasanya mempunyai rencana yang lebih menarik dengan adanya divisi mobile di Microsoft. Hal itu akan terungkap setahun kemudian!


Bagaimana perkembangan divisi mobile & service Nokia selama berada dalam ‘pelukan’ Microsoft? Kisah ini masih akan berlanjut di episode selanjutnya: Kisah Silicon Valley #52 – Windows 10 Mobile, Sebuah Era Baru.

 

 

Referensi:

Cohen, Sarah. (2014). Microsoft Strategy for Nokia Becomes ClearerForbes.

Nykanen, Pekka & Salminen, Merina. (2015). Operatioo Elop. Nokian matkapuhelinten viimeiset vuodet.  


Sumber: https://winpoin.com/

0 Response to "Kisah Silicon Valley #51 – Saga Bonus untuk Elop"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel