Kisah Silicon Valley #44 – Alasan-Alasan (Elop) Mengapa Nokia Memilih Windows Phone

Mungkin banyak yang bertanya-tanya wacana taktik pilihan Nokia (memilih Windows Phone). Ada banyak kritik terkait alasan tersebut. Kolom, editorial, dan beberapa analis menjelaskan bahwa Nokia tidak sanggup melaksanakan diferensiasi dengan Android, kemudian betapa Nokia sanggup berinovasi dengan Microsoft, bagaimana ekosistem Nokia-Microsoft yaitu yang terbaik bagi penyedia jaringan, dan bagaimana ponsel dengan OS MeeGo telah terlambat masuk ke pasar. Tunggu dulu.. Semua alasan itu keluar dari ekspresi Elop!
Berikut ini saya akan mengulas banyak sekali argumen yang dikemukakan Elop dan hampir semuanya ternyata terbukti oleh waktu – salah!
Nokia tidak sanggup melaksanakan diferensiasi dengan Android

via Cnet
Argumen ini yaitu yang paling sering dipakai oleh Elop. Menurutnya, Samsung telah mengambil alih Android. Nokia akan menjadi produsen hardware sederhana, bertarung demi eksistensinya tanpa senjata yang memadai. Takdir pabrikan lain menyerupai HTC, LG, dan Sony Ericsson seakan memvalidasi argumen ini.
Seorang CEO dari penyedia layanan jaringan di Eropa memandang bahwa argumen ini keliru. Setelah peluncuran ponsel MeeGo yang pertama (dan satu-satunya), Nokia N9, kurang dari setengah tahun sehabis mempublikasikan taktik Microsoft, Nokia jelas-jelas melaksanakan diferensiasi dari kompetisi dengan desain industrialnya. Jika saja Nokia masuk ke ekosistem Android, tentu saja ponsel-ponsel berdesain unik milik Nokia yang bakal dipuji dunia, bukan Samsung!
Pujian terhadap desain Nokia ini bahkan dikemukakan oleh mantan direktur Apple, Jean-Louis Gassee. Menurut pendapatnya, Nokia seharusnya menghadirkan desain menakjubkan ini di Android, didukung oleh layanan dan ekosistem Android, maka tentu saja Nokia akan menjadi pemenang dalam persaingan ponsel berakal semenjak awal.
Dan kini, tahun 2018, faktual bahwa memang sehabis masuk dunia Android, Nokia tetap bisa mencuri perhatian lewat desain kelas atasnya, serta juga fitur-fitur yang menyebabkan Nokia ponsel kelas atas, menyerupai pemberian lensa Zeiss dan software kamera yang mumpuni (bahkan lebih dahsyat lagi jikalau paten PureView tetap dipakai oleh Nokia, bukan Microsoft pada ketika mereka mengambil alih divisi ponsel Nokia).
Salah seorang direktur Nokia menyampaikan bahwa mereka tidak pernah mempelajari Android secara mendalam pada ketika itu, dan terburu-buru menghentikan proyek MeeGo. Semua ini dipengaruhi oleh pernyataan Elop yang sangat meyakinkan.
Ponsel MeeGo Terlambat Masuk ke Pasar

Argumen ini diperoleh Elop dari Kai Oistamo dan Jo Harlow, teknisi Nokia. Pada ketika Elop menanyai mereka di bulan Januari 2011, mereka menyatakan bahwa ‘dengan kecepatan menyerupai sekarang’, Nokia akan sanggup mempunyai 3 ponsel dengan OS MeeGo di tahun 2014. Ini dijadikan andalan Elop bahwa dalam jangka waktu 3 tahun itu, MeeGo akan terlambat masuk ke pasar. Padahal frasa ‘dengan kecepatan menyerupai sekarang’ ini mempunyai maksud bahwa bisa saja Nokia mempercepat produksi.
Selain itu, Sami Sarkamies, analis keuangan Nokia, agak ragu bahwa Windows dipilih secara objektif. Banyak perkiraan yang salah dan disamarkan untuk membenarkan pilihan Nokia terhadap Windows ini. MeeGo bekerjsama merupakan OS yang potensial. Sejak awal dibentuk semoga kompatibel dengan laptop, konsol mobil, smartphone, jam alarm, dan bahkan ekosistemnya lebih besar daripada sekedar ponsel biasa. Di sisi lain, Windows Phone mempunyai sangat banyak keterbatasan. Yang paling menciptakan insinyur Nokia gemas adalah, keterbatasan Windows Phone dalam mengolah jumlah piksel dalam kamera. Padahal teknologi kamera Nokia pada ketika itu sangat maju. Para teknisi Nokia hingga harus berkali-kali menegur pihak engineer OS Windows Phone untuk sanggup memfasilitasi teknologi kamera Nokia ini. Sementara itu, MeeGo tidak mempunyai problem dalam menjalankan semua teknologi Nokia, hanya memerlukan pematangan belaka.
Nokia dan Microsoft mempunyai kekerabatan spesial

Argumen ini dikemukakan Elop, tentu saja sebab posisinya sebagai mantan Kepala Divisi Office Microsoft. Dengan menegaskan bahwa Nokia dan Microsoft mempunyai kekerabatan spesial, Elop ingin meyakinkan pemegang saham Nokia bahwa Nokia akan mendapatkan pemberian penuh dari marketing dan R&D Microsoft – Tentu saja juga pemberian keuangan. Hal yang sangat diinginkan oleh dewan direksi Nokia mengingat makin menurunnya pendapatan mereka dari divisi ponsel.
Apakah memang benar ‘hubungan spesial’ ini besar lengan berkuasa positif bagi Nokia? Well, ribuan karyawan Nokia yang dipecat oleh Microsoft nampaknya tidak akan setuju. Waktu mengambarkan bahwa ini hanyalah omong kosong bagi Elop.
Ada dongeng lain terkait perusahaan yang beroleh kesepakatan serupa dari Microsoft. Perusahaan ini dipimpin Hugh Brogan, seorang Inggris yang pada tahun 2001 pernah mendapatkan anjuran serupa dari Microsoft. Perusahaan milik Brogan, Sendo, yaitu yang diminta Microsoft untuk menciptakan perangkat Windows Mobile ketika Microsoft tetapkan untuk terjun ke dunia ponsel. Brogan sangat bersemangat mendapatkan anjuran ini. Windows untuk telepon seluler, didukung oleh dana pemasaran Microsoft! Eksklusif dengan Sendo, dan mereka mempunyai ‘hubungan spesial’ dengan Microsoft!
Namun ternyata yang terjadi tidak seindah angan-angan. Microsoft mengumumkan bahwa software mereka belum siap. Sendo berupaya membantu implementasi dan mengambil pinjaman dari Microsoft. Dua ahad sebelum peluncuran ponsel pertama mereka, dunia Brogan dan Sendo seolah terjungkir. Orange, salah satu penyedia jaringan telekomunikasi AS, mengumumkan Windows Mobile pertama dibentuk oleh HTC, produsen asal Taiwan. Lebih menyakitkan bagi Brogan, HTC memakai semua perbaikan dan implementasi suplemen yang dibentuk oleh Sendo. Perusahaan milik Brogan ini hasilnya gulung tikar dan hak kekayaan intelektualnya disita oleh Microsoft untuk membayar utang (yang diambil Brogan untuk proses produksi ponsel Microsoft). Brogan yaitu salah seorang yang paling getol mengingatkan Nokia ancaman ‘membuat kesepakatan dengan iblis’ pada tahun 2011 itu. Namun Nokia dan Elop jalan terus, dan melalui jalur serupa yang dilewati Brogan dan Sendo.
Dengan Windows Phone, Nokia sanggup Berinovasi

Inilah argumen paling dangkal yang dikemukakan Elop. Karena sekilas saja, argumen ini sudah sanggup dipatahkan!
Kamera yang jauh lebih baik daripada kompetitor lain? Tidak. Karya terbaik Nokia, monster kamera dengan 42 megapiksel sudah ada (dan lebih baik) di kala Symbian.
Wireless charging sering dibanggakan Elop sebagia hasil penemuan Nokia bersama Windows Phone, tentu saja sebab penjualan perangkat wireless charger mereka yang keren juga meroket di kala Lumia 920. Meskipun demikian, tentu saja Nokia tidak akan kesulitan menciptakan sistem ini kompatibel dengan OS lain, jikalau seandainya mereka tidak menentukan Windows Phone!
Teknologi location service dan peta yang canggih (dikembangkan bersama HERE)? Memang ini dihadirkan Nokia khusus untuk Windows Phone. Akan tetapi tentu saja mereka tidak kesulitan untuk memakai ekosistem lain.
Bagaimana aplikasi spesifik Nokia dan update sistem lainnya? Semuanya sudah dirintis oleh Nokia semenjak kala Symbian. Kaprikornus bekerjsama tidak ada hal yang benar-benar gres dibentuk oleh Nokia di Windows Phone. Sebagian besar merupakan milik Nokia semenjak lama. Bahkan menyerupai yang sudah disinggung sebelumnya, teknisi Nokia sering mengomeli para penulis OS Windows Phone sebab mereka lambat menulis isyarat OS yang mendukung banyak sekali keunggulan hardware Nokia.
Nokia-Microsoft yaitu ekosistem terbaik bagi penyedia layanan jaringan

Berdasarkan argumen Elop yang ini, Nokia seolah tiba di waktu yang tepat. Ada pasar untuk ‘ekosistem ketiga’. Penyedia jaringan telekomunikasi menyukai Nokia-Microsoft dan ketika Nokia menyesuaikan semua pengoperasian, maka nampaknya argumen ini tepat!
Elop memang sudah melaksanakan negosiasi awal dengan penyedia jaringan telekomunikasi sebelum menentukan Windows Phone. Namun perlu diingat bahwa sebelum mendorong Windows Phone sebagai ekosistem ketiga, jaringan telekomunikasi juga sempat mendukung Symbian dan MeeGo, namun keduanya ditinggalkan tanpa pemberian yang diperlukan. Menurut seorang sumber di direksi Nokia, sikap yang ditunjukkan kepada Windows Phone pada hasilnya sama saja. Ekosistem ketiga selalu disambut dengan meriah oleh penyedia layanan telekomunikasi, namun selanjutnya jikalau ingin sukses, maka Nokia dan Microsoft harus berjuang sendiri.
Meskipun diragukan, Elop terus berjalan dengan kebijakan-kebijakannya (yang banyak dipertanyakan orang). Kisah berikutnya akan membahas pertempuran antar direktur di Nokia dalam menghadapi kebijakan Stephen Elop: Kisah Silicon Valley #45 – Minggu-Minggu Awal Elop di Nokia.
Referensi:
Nykanen, Pekka & Salminen, Merina. (2015). Operatioo Elop. Nokian matkapuhelinten viimeiset vuodet.
Sumber: https://winpoin.com/
0 Response to "Kisah Silicon Valley #44 – Alasan-Alasan (Elop) Mengapa Nokia Memilih Windows Phone"
Post a Comment