CEO Telegram Tawarkan Solusi, Pemerintah Siap Cabut Blokir
Sempat menyampaikan tidak mendapatkan pemberitahuan apapun terkait pemblokiran Telegram dari pemerintah Indonesia, CEO Telegram Pavel Durov meminta maaf dan memperlihatkan solusi ke pemerintah.
Dalam kanal resmi Durov di Telegram, pencipta aplikasi Telegram ini memperlihatkan tiga solusi untuk membuka kembali blokir Telegram di Indonesia.
Baca Juga: Pemblokirannya Disebut Aneh, Menkominfo Bantah Cuitan Bos Telegram
Yang pertama ialah memblokir semua kanal atau channel publik yang terkait dengan terorisme menyerupai yang dilaporkan Kominfo. Ia juga akan menghubungi Kemkominfo untuk berkomunikasi sehingga proses pemberantasan konten terorisme sanggup lebih efisien.
Durov juga memperlihatkan solusi lainnya yakni dengan membentuk tim moderator yang sanggup memahami kultur budaya dan juga bahasa Indonesia sehingga sanggup melaporkan konten berbau terorisme yang lebih cepat dan akurat.
Sementara itu Mekominfo Rudiantara juga telah mendapatkan e-mail dari Durov terkait pemblokiran ini sambil meminta maaf.
“Saya sudah mendapatkan email mengenai seruan maaf dari Pavel Durov, CEO Telegram, rupanya ia tidak menyadari adanya beberapa kali seruan dari Kementerian Kominfo semenjak 2016,” ujar Menkominfo Rudiantara.
Disambungnya, Durov juga telah menindaklanjuti yang diminta Kominfo dan mengusulkan komunikasi khusus dalam menangani konten terorisme di Telegram.
“Saya mengapresiasi respon dari Pavel Durov tersebut dan Kementerian Kominfo akan menindakanjuti secepatnya dari sisi teknis detail supaya SOP sanggup segera diimplementasikan,” sambung Rudiantara.
Humas Kemkominfo Noor Iza juga menyampaikan pemerintah akan membuka blokir Telegram di Indonesia namun sehabis ada kepastian kerjasama dalam memberantas konten terorisme dan radikalisme.
Ikuti Polling: Telegram Diblokir Pemerintah, Setujukah Kamu?
“Kami segera berkomunikasi dengan Telegram sesegera mungkin. Kami juga akan menyampaikan tanggapan menyerupai apa yang disampaikan oleh Durov melalui kanalnya.
Apa yang disampaikan itu sesungguhnya sesuatu yang sangat kasatmata dan mengambarkan bahwa apa yang dilakukan oleh pemerintah sudah dalam posisi yang tepat. Sehingga Telegram juga akhirnya bersedia membangun komunikasinya,” kata Humas Kemkominfo Noor Iza.
Sebelumnya Pemerintah menutup kanal ke Telegram semenjak Jumat lalu. Ada 11 DNS dari Telegram yang diblokir, karenanya Telegram berbasis website di browser tidak sanggup diakses. Namun untuk aplikasinya masih sanggup diakses.
Sumber: https://winpoin.com/
0 Response to "CEO Telegram Tawarkan Solusi, Pemerintah Siap Cabut Blokir"
Post a Comment