Benarkah Mitos Aplikasi Microsoft untuk Perangkat iOS Lebih Baik?

Salah satu pameo yang legendaris yang sering menciptakan resah para pengguna Windows Phone adalah: Aplikasi Microsoft lebih baik di iOS daripada Windows Mobile 10. Karena ingin tau akan mitos tersebut, saya mencoba ‘memegang’ iPhone selama seminggu untuk mengambarkan hal ini. Perlu diperhatikan bahwa saya tidak menyoroti penggunaan iOS secara umum. Dalam hal ini tentu saja ada kekurangan dan kelebihan masing-masing. Hal yang ingin saya buktikan hanyalah: “Benarkah aplikasi Microsoft yang dirilis di Windows Mobile 10 lebih jelek daripada iOS?”
Oya, sebelum memulai, mungkin terlebih dahulu saya perlu menjelaskan, bahwa saya sudah mempunyai langganan Office 365 yang memang saya perlukan alasannya yakni saya mempunyai banyak perangkat untuk menunjang kerja. Makara saya kurang mengetahui apakah ada pembatasan-pembatasan tertentu dikala memakai MS Office di iOS. Pada dikala saya mengunduh aplikasi tersebut di App Store, memang gratis, namun disebutkan ada pembelian in-app nantinya. Namun tampaknya saya tidak terpengaruh hal ini alasannya yakni akun Microsoft saya sudah mempunyai cadangan langganan Office 365.
Untuk konfirmasi dua arah, mungkin teman-teman yang tidak mempunyai langganan tersebut bisa menyumbangkan pendapatnya di kolom komentar di bawah artikel ini.
Skype

Saya sering menyinggung bahwa saya yakni pengguna Skype yang sangat aktif untuk keperluan kerja. Ini yakni salah satu hal yang dulu ‘memaksa’ saya berpindah ke Windows Phone, alasannya yakni pada abad WP8, Skype sangat andal baik dalam berkirim pesan maupun video call.
Di iOS, atau lebih tepatnya iPhone, dalam penggunaan yang saya lakukan selama seminggu, saya mendapati bahwa notifikasi Skype serta tingkat kecepatan sinkronisasinya ternyata sanggup menandingi… WP 8.1 – Dalam artian sinkronisasinya sangat berat dan pemberitahuan terkadang lambat masuk atau gres masuk jikalau Skype dibuka.
Bukan hal yang jelek bahwasanya alasannya yakni memang banyak yang menghujat Skype untuk hal ini. Namun tentu saja ini cukup jauh jikalau dibandingkan level Windows Mobile 10 dengan sinkronisasi ke Messaging yang saya dapati hampir tidak pernah telat ketika dipakai untuk berkirim pesan lewat Skype.
Jadi berdasarkan pengalaman saya, sanggup saya simpulkan bahwa memakai Skype di iPhone setara dengan memakai Skype di WP 8.1, namun kalah jauh dengan pengalaman memakai Skype di WM10 yang mengintegrasikan Skype dengan Messaging sehingga lebih mahir dalam mengirim dan mendapatkan pesan.
OneDrive
Beda dengan pengunggahan gambar ke iCloud yang mempunyai delusi mulus tanpa kendala (karena bahwasanya kecepatan mengunggah sama saja), mengunggah ke OneDrive terasa agak lambat alasannya yakni kita mendapatkan tampilan layar yang mengatakan bahwa gambar sedang diunggah (ini kurang lebih rasanya menyerupai dengan “resuming” legendaris di Windows Phone).
Mengakses OneDrive di iPhone cukup lancar, namun perasaan menyerupai ini juga saya dapatkan baik di WP 8.1 maupun WM10.
Mungkin salah satu keunggulan yang saya temukan di iPhone yakni fitur parachute yang memungkinkan kita mengakses file tertentu di OneDrive secara offline. Ini berbeda dengan denah mengunduh file terlebih dahulu di Windows Phone. Pada iPhone, file tersebut benar-benar masih berada di OneDrive, hanya saja sanggup diakses secara offline.
Keunggulan lain di iPhone yakni spotlight search yang memungkinkan kita mencari pribadi file dalam OneDrive, cukup dengan mengetikkan judul file/dokumen tersebut. Ini cukup praktis dan saya harap nanti Cortana juga bisa melakukannya. Namun membandingkan dua keunggulan ini dengan denah di Windows Phone atau WM10 rasanya kurang adil alasannya yakni kedua fitur ini didukung oleh fitur bawaan iOS yang memang memungkinkan OneDrive untuk melakukannya. Meskipun demikian, tetap saya anggap ini memang keunggulan di sisi iOS.
Keluarga Office
Untuk Office, tampilannya memang lebih lengkap dibandingkan WP 8.1, akan tetapi sejauh ini saya belum menemukan fitur yang ‘lebih’ dibandingkan dengan WM10. Sepertinya basis pembuatannya juga yakni berdasarkan interface milik keluarga Office di WM10. Sudah saya periksa satu per satu, fiturnya sama persis.
Oh ya, mungkin ada satu suplemen yang bisa dianggap ‘kelebihan’ di iOS. Perangkat Apple ini mempunyai kemudahan dictation atau dikte yang sudah sanggup mengenali bahasa Indonesia. Makara kau bisa mencoba mendiktekan isi goresan pena kamu, dan perangkat iOS milikmu akan menuliskannya di MS Word. Sekedar tips: Gunakanlah bahasa Indonesia yang baku alasannya yakni fitur ini agak kesulitan mengenali pengucapan yang berbeda menyerupai “nggak” atau “ndak” alih-alih memakai “tidak”.
OneNote
Untuk OneNote, saya juga tidak menemukan perbedaan fitur yang berarti. Mungkin ada perbedaan interface ketika kau membuka file baru, namun bahwasanya fitur yang sama juga ada di OneNote untuk WM10.
Untuk kau yang tidak ingin bersusah payah dalam penyiapan, denah kanal catatan OneNote di iOS untuk pertama kali mungkin cukup menyenangkan. Kamu tinggal meminta untuk membuka semua buku catatan sekaligus. Di WM10, kau harus membuka satu per satu buku catatan tersebut. Namun secara umum, semua fitur sama persis dengan OneNote untuk WM10.
KESIMPULAN
Kadang kita memang sering mengabaikan hal terbaik yang akrab dengan kita dan menatap sesuatu yang jauh, yang kelihatan berkilau, kemudian mati-matian mengejarnya. Padahal yang akrab dengan kita dikala ini sudah tepat mendukung dan menyayangi kita apa adanya..
Eh, maaf.. Itu soal lain ya..
Setelah mencoba sendiri bagaimana aplikasi milik Microsoft yang berjalan di iOS, rasanya kurang pantas jika dikatakan bahwa aplikasi yang ada di WM10 lebih buruk. Khusus untuk Skype, saya bahkan sanggup menyatakan dengan yakin bahwa Skype di WM10 jauh lebih baik dibandingkan Skype untuk iOS. Notifikasi dan pesan masuk jauh lebih andal. Saya tidak perlu khawatir melewatkan pesan ketika memakai perangkat WM10.
Untuk aplikasi lainnya, menyerupai yang telah saya ulas, memang ada beberapa kelebihan di iOS, seperti contohnya memungkinkan penggunaan fitur dikte untuk menulis di lembar dokumen atau pencarian melalui Spotlight, namun ini lebih cenderung alasannya yakni kemampuan orisinil perangkat tersebut. Istilahnya Microsoft hanya mengintegrasikan kemampuan iPhone untuk mendukung software miliknya. Kalau dibentuk perbandingan yang sama, ada loh denah penggunaan aplikasi Microsoft yang tidak sanggup ditiru oleh iOS. Apakah itu?
Yup, itu yakni pemanfaatan Live Tile! Dengan Live Tile, kau bisa pribadi mengakses file apa saja yang kau inginkan, baik dari MS Word, Excel, ataupun OneNote. Bahkan kau juga bisa menyematkan folder yang ada di dalam OneNote semoga lebih cepat diakses jikalau kau memerlukannya. Live Tile serta kemungkinan personalisasi Tile semoga sesuai dengan huruf kita ini juga merupakan salah satu penyebab saya sulit berpindah ke platform lain alasannya yakni sudah merasa sangat cocok dengan denah tersebut.
Kamu punya pendapat lain mengenai mitos “aplikasi Microsoft di iOS lebih baik dari Windows Phone”? Sumbangkanlah pendapatmu di kolom komentar untuk membantu teman-teman lainnya mendapatkan pendapat lebih netral semoga mampu memanfaatkan teknologi secara lebih optimal!
Pesan sponsor: Rem is best girl!!!
Sumber: https://winpoin.com/








0 Response to "Benarkah Mitos Aplikasi Microsoft untuk Perangkat iOS Lebih Baik?"
Post a Comment