“Kenapa Pakai Lumia?”
“Kenapa kau pakai HP Nokia?” Itulah pertanyaan yang terlontar dari Dosen aku ketika aku mempresentasikan studi kasus Nokia. Kebetulan, Lumia 520 aku lagi digenggam sebagai remote PowerPoint, lengkap dengan kaos bergambar lensa Lumia 1020 yang dikenakan waktu itu.
Setelah ditanya, aku menjawab alasan-alasan kenapa aku pilih Nokia Lumia, kenapa bukan Android atau iPhone.
Nah, terinspirasi dari kisah itu, ada banyak alasan kenapa aku menentukan Lumia dan kenapa harus pilih Lumia yang memakai OS Windows Phone atau Windows 10 Mobile. Ini ia alasannya
Penampilan yang unik dan berbeda
Kalau boleh jujur, aku bisa dibilang orang yang berbeda. Saat aku SMP, ketika teman-teman masih menggunakan BlackBerry dan Android mulai booming, aku pakai Android. Tapi saat aku Sekolah Menengan Atas giliran Android yang sudah sangat booming, aku pun pindah ke Windows Phone. *Entah, habis ini mau kemana mengingat Firefox OS sudah dibunuh…
Menurut saya, smartphone Lumia mempunyai ciri khas pada desainnya yang bahwasanya sudah dimulai Nokia dikala memperkenalkan Nokia N9 (smartphone MeeGo pertama-terakhir Nokia). Selain itu, casingnya juga warna-warni. Tampilan Windows Phone yang menggunakan konsep live tile menciptakan kesan home screen lebih rapih dan bersih, jauh bila dibandingkan aku menggunakan Android.
Punya performa yang tinggi
Smartphone Lumia dengan OS Windows Phone disebut hanya bermodalkan spek kecil saja untuk bermain game Asphalt 8 dengan mulus. Yup, performa Lumia memang sangat tinggi dan bisa menjalankan OS dengan lancar.
Saking mulusnya, sewaktu Lumia 520 aku masih di Windows Phone 8, nyaris tak ada yang namanya “resuming” atau “loading”. Hmmm… kalau diibaratkan, rasanya mirip melihat wajah mulus idola saya, Atria Loni. Hihi.. 😀
Kemampuan navigasi yang handal
Di Lumia, pengguna bisa mendapat kemampuan navigasi yang handal berkat aplikasi HERE Maps dan HERE Drive+. Dan awalnya pula lah, HERE yang melaksanakan terobosan peta offline yang sangat membantu aku ketika jauh dari koneksi internet.
Ada juga panduan navigasi berbahasa Indonesia. Selain itu, yang bisa aku rasakan di Lumia 520 yaitu kemampuan kunci posisi GPS yang cepat.
Meskipun Google Maps kini sudah bisa offline maps, tapi kemampuan offlinenya tidak mirip Lumia yang mendownload satu negara. Ini menjadi nilai tambah bagi Lumia dan smartphone berbasis Windows Phone/Windows 10 Mobile.
Kamera yang wow
Cuma 5MP, bisa menghasilkan foto yang jernih. Itu yang pernah aku alami. Kemampuan fotografi dari Lumia hingga kini memang masih mumpuni dengan banyak sekali teknologi terkininya terutama pada kelas high-end mirip PureView yang dikombinasikan dengan lensa dari ZEISS
Nokia pun dikala itu hingga menciptakan Nokia Smart Camera yang kini menjadi Lumia Camera, guna memanjakan pengguna Lumia dengan fitur-fiturnya yang salah satunya yaitu setting manual.
Bisa Beli Aplikasi dengan Pulsa, Tanpa Biaya Tambahan
Saat itu, hanya Windows Phone Store yang bisa melaksanakan pembelian aplikasi dengan pulsa baik prabayar ataupun pascabayar. Nyamannya, pengguna tidak dikenakan biaya tambahan, jadi harga aplikasi tersebut sesuai dengan yang akan dibayar.
Meskipun di Android sudah bisa membeli aplikasi dengan pulsa, tapi beberapa operator mengenakan biaya pemanis mirip Telkomsel yang mengenakan biaya 2% dari harga aplikasi ataupun Indosat yang mengenakan biaya pemanis Rp 1.200.
Kualitas
Nah, kalau yang satu ini aku pikir tak usah ditanyakan lagi bagaimana kualitas smartphone Lumia. Smartphone yang sempat dimiliki oleh Nokia ini masih membawa darah dari badan Nokia yaitu kualitas yang baik dimana Nokia memang populer juga mempunyai kualitas yang baik.
Itu yaitu beberapa alasan kenapa aku menentukan Lumia untuk menjadi smartphone pilihan aku dikala ini dan masih dipakai sebagai primary phone.
Itu dongeng saya, gimana dengan dongeng kamu? Ayo menyebarkan dongeng kau di kolom komentar dibawah ini…
Sumber: https://winpoin.com/





0 Response to "“Kenapa Pakai Lumia?”"
Post a Comment