Tips Cara Merawat Baterai yang Baik dan Benar
Baterai yaitu sumber tenaga bagi banyak perangkat elektronik ketika ini. Mulai dari smartphone sampai laptop. Namun kebanyakan dari kita mungkin mengalami baterai yang kemampuannya sudah jauh berkurang alias Ngedrop. Apakah kualitas baterainya yang jelek atau dari kebiasaan diri kita yang jelek dalam memakai dan merawat baterai?
Tidak jarang dari kita punya kebiasaan yang jelek dalam merawat baterai. Ada yang belum satu tahun penggunaan, baterai sudah ngedrop. Ada yang lebih dari tiga tahun, baterainya masih sehat sehat saja. Padahal dua orang ini memakai perangkat yang sama. Apa yang membedakan keduanya? Kedua orang ini mempunyai kebiasaan yang berbeda dalam merawat baterai. Perlakuan yang baik akan menciptakan baterai abadi dan sebaliknya, perlakuan yang jelek akan menciptakan baterai menjadi jelek juga.
Berikut ini ada beberapa tips dalam merawat baterai, khususnya Lithium Ion. Tips yang saya berikan ini bisa diterapkan di semua perangkat, mulai dari smartphone sampai laptop. Juga tidak terbatas pada brand tertentu. Jadi, bisa diterapkan pada Lumia, iPhone, iPad, dan perangkat lainnya. Saya sudah menerapkannya pada Lumia 620 (3 tahun), iPhone 5s (1 tahun), dan iPad Air (hampir 1 tahun) dan karenanya sangat luar biasa.
NB : Ini tips untuk merawat baterai, bukan tips menghemat baterai. Tips ini bisa diterapkan oleh semua perangkat tanpa terbatas pada brand atau model tertentu.
Colokan ke stopkontak dulu, gres ke ponsel.
Terdengar sangat sepele dan sangat remeh. Namun bagi kutu buku elektronik (ebook) ibarat saya, sudah bukan barang langka lagi jika setiap mekanisme pengisian baterai yang baik dan benar selalu menganjurkan untuk menancapkan charger ke stopkontak dulu, gres ke perangkat. Nggak percaya? Silakan buka buku manual ponsel kamu.

Jika menancapkan ke ponsel dulu gres ke stopkontak, secara teori akan menghasilkan tegangan kejut. Bila berlangsung setiap kali mengisi baterai, maka baterai bisa lebih cepat rusak. Berbeda halnya bila ditancapkan ke stopkontak dulu, tegangan kejut yang terjadi sangat kecil. Namun, bila sudah simpulan mengisi, yang dicabut dulu yaitu sambungan di ponsel dulu, gres yang di stopkontak. Tips ini berlaku untuk semua jenis perangkat yang memakai baterai Lithium Ion.
Hindari mengisi baterai ketika suhu tinggi.
Mengisi baterai pada ketika suhu tinggi juga bisa sangat merusak baterai. Setiap baterai punya zona ideal masing-masing. Misalnya baterai di produk Apple berikut ini.

Suhu tinggi sanggup merusak sel sel baterai dengan sendirinya. Apalagi bila dibarengi dengan charging, justru proses pengisian akan semakin lambat dan juga semakin cepat rusak baterai tersebut. Solusinya, cari kawasan yang sejuk untuk mengisi daya. Lalu matikan perangkat sampai suhu perangkat kembali normal. Lakukan pengisian dalam kondisi perangkat mati. Bila perangkat tidak bisa dimatikan ketika charging, ibarat Lumia, maka gunakan mode Airplane ketika pengisian.
Jangan pernah benar-benar kehabisan daya.
Membiarkan baterai benar-benar kosong yaitu suatu perlakuan yang jelek untuk baterai jenis Lithium Ion. Ya, sangat buruk. Jika terus terjadi, maka sel sel baterai akan kehilangan kemampuannya untuk menyimpan daya. Jika baterai dalam keadaan kosong terlalu lama, maka baterai akan “tertidur” dan susah untuk diaktifkan kembali. Solusinya, ketika sudah ada peringatan “baterai lemah”, segera isi perangkat tersebut. Bila masih tidak memungkinkan, matikan saja perangkatnya sampai ada kesempatan untuk mengisi baterai.
Jangan diisi semalaman.
Banyak yang bilang bahwa bila baterai penuh, maka charger bisa memutus arus yang masuk. Jawabannya bisa benar, bisa juga salah. Jawabannya benar bila yang dimaksud yaitu melambatkan dan meringankan arus listrik. Namun bila yang dimaksud yaitu benar-benar menghentikan arus secara total, jawabannya salah. Arus akan tetap masuk namun dengan intensitas yang sangat kecil. Baterai Lithium Ion didesain untuk pengisian yang cepat namun tahan lama.
Ini tips untuk merawat dan meningkatkan usia baterai. Mengisi baterai ketika sudah penuh gotong royong tidak masalah, dengan syarat jangan biarkan tetap terisi dalam keadaan 100% terlalu lama. Bila sudah 100%, harus segera dicabut. Namun mengisi baterai sampai sekitar 80%-90% gotong royong lebih menciptakan baterai lebih sehat. Beberapa produsen ibarat Apple bahkan akan mengubah mode pengisian daya cepat ke pengisian daya lambat ketika sudah mencapai 80%.

Partial Charge lebih baik daripada full charge.
Menurutmu, lebih baik mengisi baterai dalam keadaan 0% ke 100% dalam sekali isi atau selalu mengisi baterai ketika 30%-40% dan berhenti ketika 80%-90%? Untuk baterai model gres ibarat Lithium Ion, partial charge jauh lebih baik dibandingkan full charge. Banyak sekali situs situs yang menyarankan untuk tetap mempertahankan baterai semoga terus berada di level 40%-80%. Metode ini dikenal dengan 40-80 rule. Salah satu situs yang populer dalam memperlihatkan tips memperpanjang usia baterai yaitu The Christian Science Monitor dan Battery University.
Saran Lainnya
Situs Battery University hampir selalu menjadi acuan oleh banyak situs yang menulis tips dan trik dalam meningkatkan masa pakai baterai. Kalian bisa cari cari sendiri di situs tersebut. Semua tips ini bisa diterapkan di semua perangkat yang memakai baterai Lithium Ion, tidak terbatas pada brand dan model perangkat.

Bagaimana? Sudah sanggup pencerahan? Atau ada saran lain?
Sumber: https://winpoin.com/
0 Response to "Tips Cara Merawat Baterai yang Baik dan Benar"
Post a Comment