Founder Debian Linux Meninggal Dunia di Usia 42 Secara Misterius

Dunia IT dan Open Source kehilangan sosok yang sangat berjasa, khususnya bagi pengembangan distro Linux. Ian Murdock, yang merupakan founder dari Debian Linux telah meninggal dunia di usia 42 tahun pada 28 Desember 2015 lalu.
Penyebab kematiannya sendiri masih belum diketahui pasti, alasannya ialah keluarga tidak mengungkapkannya dengan alasan privasi.
Namun yang masih menyisakan kontroversi ialah tingkah laku gila Ian Murdock yang tergambar melalui akun Twitternya sebelum kematiannya. Melalui akun Twitternya, Murdock terlihat gres saja berseteru andal dengan pihak kepolisian.

Hal ini diperparah dengan adanya follower yang dianggapnya nge-troll dan semakin memperburuk keadaan.

Akhirnya tanpa diduga Ian Murdock nge-tweet dan memutuskan untuk bunuh diri. Sepertinya masalahnya cukup berat dan kicauan troll semakin menciptakan keadaannya menjadi buruk.

Kini akun Twitternya sudah dihapus, meskipun cache nya masih dapat diakses untuk diinvestigasi.
Apakah Ian Murdock memang meninggal alasannya ialah keputusannya melaksanakan bunuh diri, atau alasannya ialah penyebab lainnya? Sampai detik ini belum ada pernyataan niscaya dari pihak keluarga.
Namun pihak kepolisian telah mengonfirmasi memang benar jikalau Ian Murdock sempat ditangkap alasannya ialah dilaporkan telah berteriak-teriak sambil menggedor-gedor pintu tetangganya.
Ketika ditangkap dan dimasukkan ke kendaraan beroda empat patroli, Ian Murdock berlaku bernafsu dan membentur-benturkan kepalanya ke besi teralis sampai berdarah dan dibawa ke rumah sakit.
Setelah beberapa ketika dirawat dan dipulangkan, Murdock kembali melaksanakan hal yang sama, berteriak-teriak sambil memukuli pintu yang sama sampai hasilnya ditahan kepolisian.
Murdock pun bebas sesudah membayar uang jaminan, tetapi ternyata tidak usang sesudah kebebasan itu, muncul kabar atas kematiannya.
Entah mana dongeng yang benar, apakah versi Ian Murdock melalui Twitternya atau versi kepolisian.
Meskipun masih menyisakan kontroversi, tetapi satu hal yang niscaya ialah kita kehilangan salah satu tokoh penting dalam sejarah perkembangan IT, khususnya di dunia Linux dan Open Source.
Debian telah menjadi basis dari banyak distro Linux populer, menyerupai Ubuntu, KNOPPIX, Xandros, dsb. Nama Debian sendiri diambil dari nama Ian Murdock yang dipadukan dengan nama kekasihnya dulu yaitu Deborah Lynn.
Selain sebagai founder Debian Linux, Ian Murdock juga pernah menjadi CTO Linux Foundation, Senior Leader di Sun Microsystem dalam Project Indiana yang menghasilkan OS OpenSolaris, Vice President Platform & Developer di ExactTarget yang hasilnya menjadi SalesForce, sampai yang terakhir beliau bekerja di Docker.
Rest in Peace, Ian Murdock.
via sfbay | techaeris | wikipedia | arstechnica | images via itfoss
Sumber: https://winpoin.com/
0 Response to "Founder Debian Linux Meninggal Dunia di Usia 42 Secara Misterius"
Post a Comment