Sepenggal Kisah Tentang Gathering WinPoin Regional Bali in June 2015
Bagaimana tadi seru gak acaranya ? – pertanyaan dari seseorang yang tidak mengikuti gathering pada dikala itu, namun saya tak berhenti untuk menyampaikan tunggu saja nanti saya kabari. Tetapi kalau kau mendapati artikel ini maka balasan kau akan terjawab disini.
WinPoin untuk pertama kalinya mengadakan gathering di regional bali. Sebenarnya saya mempunyai salah satu duduk perkara besar dalam menciptakan program ini yaitu baru pertama kali menjadi ketua dalam sebuah program :D .
Mungkin dalam hal tertentu saya sanggup saja ceplas ceplos menyampaikan sesuka hati namun dalam program ini saya sedikit berdiam alasannya takut salah berbicara dan menciptakan akseptor gathering menjadi murka kepada saya, tapi semua itu semua duduk perkara tersebut ditanggapi oleh salah satu pihak ILP (Indonesia Lumia Photography) dan saya gres mengetahui serunya tantangan menjadi ketua dari sebuah acara.
In beginning
14:00 WITA saya dihubungi oleh teman saya berjulukan Krisna, beliau tersesat dan tak tahu dimana kawasan gatheringnya. Sontak dikala itu saya eksklusif menemuinya tanpa pamit dan lupa menghabiskan bakso yang gres saya beli. Hehe..
Mudah saja saya mencarinya alasannya memang beliau lewat sedikit dari prakiraan saya, sesampainya dilokasi sekitar 30 menit kita berbincang – bincang tak satupun orang yang tiba pada dikala itu. Sampai terlalu asiknya saya pun tidak mengetahui bahwa terdapat satu member winpoin berjulukan DesubsKun nongkrong pas didepan mata saya.
Saat itu saya hambar mungkin itu bukan member WinPoin, namun sehabis saya bertanya kepada Krisna perihal keberadaan orang itu yang katanya jago bermain OSU sayapun curiga dengan orang yang di depan mata saya itu.
Kenapa sanggup curiga ?, karena orang itu bermain OSU dan beliau membisu tidak jauh dari titik gathering yang saya tentukan. Selang beberapa menit kemudian salah satu dari pihak ILP tiba atau sanggup saja kita sebut dengan nama mas Januarta.
Tidak usang kemudian salah satu member dengan username Cikal mendatangi kami, disusul dengan kehadiran Endra, DesubsKun, dan Dekna yang saya kira beliau yaitu salah satu akseptor gathering wanita :v
Dua Orang Pejuang

Selang beberapa detik saya mungkin kurang mengenal mereka namun saya masih ingat wajahnya alasannya saya memotretnya, dikala itu beliau tiba sehabis tujuh orang berkumpul di titik lokasi gathering. Dua orang ini mungkin saya sanggup dibilang pejuang yang rela mengikuti program ini dan tak tanggung – tanggung beliau akan tiba lagi kalau ahad depan program gathering di PKB dilangsungkan.
Disini mungkin akan ada yang bertanya mengapa dua orang tersebut dikatakan pejuang ? Bukan alasannya beliau andal ataupun arif namun beliau mempunyai tekat yang besar lengan berkuasa untuk menghadiri gathering dan yang terpenting dua orang ini mengkayuh sepedanya dari Dalung menuju Denpasar.
Wah Hebat !, saya sendiri yang mempunyai sepeda tidak akan sanggup bahkan akan merasa kewalahan sehabis menempuh jarak yang cukup jauh itu. Tapi kau berdua yang saya tidak tahu namanya akan saya beri penghargaan alasannya mau tiba dan itu sanggup mengalahkan beberapa orang yang memakai sepeda motor maupun yang tidak hadir pada dikala itu.
Tapi kalau kau sempat membaca artikel ini tolong whatsapp saya nanti saya mau ajak bicara :D.
Waktunya makan besar :D

Setelah akseptor gathering sudah lengkap dan memang saya sudah lelah menunggu (resiko menjadi ketua acara) selama sejam lebih, jadinya kita melaksanakan janji untuk makan bareng di salah satu rumah makan (sebenarnya sih gak gitu :v).
Sekali lagi kita beri semangat kepada adek kita yang sudah berjuang menuju lokasi gathering dengan bersepeda, tapi sebelum melaksanakan itu saya melaksanakan sesi photo bareng saja supaya nanti mereka tahu bahwa wajah mereka terpampang di situs winpoin :D.
Tidak lama-lama kita menuju lokasi makan besar kali ini alasannya tempatnya tidak jauh dan naasnya ada yang tidak mengetahui lokasinya padahal tempatnya bersampingan dengan kawasan beliau kuliah (siapa itu ? nanti beliau akan keluar kok di kotak komentar).
Murah dari bungkusnya saja
Ini yaitu kesan pertama kali sehabis kita masuk ke rumah makan tersebut, perasaan harganya gak segini. Ya mungkin alasannya harga BBM naik jadi semuanya ikut naik, selebih lagi sajian paket kombo yang tidak sesuai di gambarnya padahal seharusnya sih gak boleh gitu ya.
Selagi menunggu kuliner yang kita pesan datang, salah satu akseptor gathering mendadak pulang alasannya ada kepentingan lain. It’s sepakat gak duduk perkara nanti saya cari kau di Wifi Corner kalau ketemu ya (semoga masih inget).
Pada dikala itu juga gathering yang bergotong-royong dimulai, saling diskusi satu sama lain hingga – hingga saya tidak sanggup menjawab konsep gathering ini kedepannya tapi tidak duduk perkara alasannya gres pertama kalinya tapi di ahad depan akan saya coba perbaiki duduk perkara ini.
Satu persatu hidangan tiba dengan sendirinya tapi sayang saya hanya sanggup memfotonya dikala makanannya sudah habis, ini duduk perkara bagi saya alasannya belum begitu sensitive dengan hal yang menyerupai ini tapi ya saya coba untuk memperbaikinya.
What’s next ?
Salah satu akseptor gathering berjulukan Januarta menunjukkan saya saran yang sangat manis untuk saya lakukan demi kelancaran komunitas ini.
Gathering ini hanya sebagai program permulaan atau sanggup dibilang ya starter, memang dalam dikala itu sedikitnya member yang hadir yaitu hal yang wajar. Disini tugas saya dalam mengkordinasi seluruh akseptor juga sangat minim sekali yang menjadikan banyak yang tidak mengetahui posisi saya dikala itu.
Pada rencana kedepan saya akan melanjutkan gathering ini, gathering ini rutin dilakukan maksimal 2 kali dalam sebulan. Tidak menentu 2 ahad sekali atau sanggup 1 ahad sekali. Hal ini mungkin terjadi alasannya kesibukan lain yang menciptakan program gathering dilaksanakan seminggu sekali akan memberatkan saya sendiri.
Jadi inti dari gathering dikala itu yaitu mengumpulkan orang itu lebih susah daripada menelepon orang, kebersamaan menjadi poin penting dikala program gathering dimulai dan yang terpenting tidak memandang umur mau beliau masih Sekolah Menengah Pertama menyerupai dua satria kita yang memakai sepeda dari dalung ke Denpasar.
Terima kasih bagi semua akseptor yang telah mengikuti program ini, harap di ingat kita akan mengadakannya kembali pada 21 juni 2015 dengan kawasan yang berbeda maka dari itu sangat penting bagi saya untuk mengontak saya sebelum mengikuti program ini lewat whatsapp dengan nomor telp 081236809195.
Ingat program ini tidak sanggup dimulai berkat adanya orang yang ingin berpartisipasi, sedikit atau banyaknya akseptor yang mengikuti program ini itu bukanlah duduk perkara tapi yang menjadi duduk perkara ada bagaimana perilaku kebersamaan itu kita jaga dan pelihara dengan baik.
Sekian dan hingga berjumpa di program ahad depan.
Sumber: https://winpoin.com/
0 Response to "Sepenggal Kisah Tentang Gathering WinPoin Regional Bali in June 2015"
Post a Comment